Gerindra Wajib Tolak Budi Arie: Banyak Mudharat Ketimbang Manfaat
Pemerhati Kebangsaan, Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menilai penolakan kader Partai Gerindra terhadap rencana bergabungnya Budi Arie Setiadi ke partai tersebut sangat realistis dan logis.
Menurut Habib Syakur, penolakan ini didasari keinginan untuk menjaga kemurnian kaderisasi partai. "Mereka tak ingin orang yang tak berkeringat dan berkader tiba-tiba menjadi anggota partai, apalagi punya jabatan penting," tegasnya.
Alasan Penolakan Budi Arie Masuk Gerindra
Habib Syakur mengungkapkan beberapa alasan mendasar mengapa Gerindra harus menolak Budi Arie:
1. Gerindra sebagai Partai Kader
Partai Gerindra dikenal sebagai partai kader yang memprioritaskan proses kaderisasi dari bawah. Setiap anggota harus melalui proses yang benar untuk memahami ideologi partai.
2. Track Record Bermasalah
Budi Arie dicopot dari jabatannya sebagai Menkominfo oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut Habib Syakur, hal ini mengindikasikan masalah kapabilitas dan integritas.
3. Kasus Hukum yang Membayangi
Publik masih menyoroti kasus judi online yang melibatkan Budi Arie. Keberadaannya di Gerindra dikhawatirkan akan membawa dampak negatif bagi partai yang sedang berkuasa.
Resiko Bergabungnya Budi Arie ke Gerindra
Habib Syakur memperingatkan bahwa penerimaan Budi Arie justru akan membawa lebih banyak mudharat daripada manfaat. "Belajar dari kasus Immanuel Ebenezer yang gabung Gerindra lalu terlibat korupsi, yang kena getah jelas Gerindra," ungkapnya.
Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno juga menegaskan penolakannya. "Gerindra sudah punya kader militan melebihi Projo. Budi kalau masuk bisa merusak tatanan partai karena punya pemikiran berbeda dengan AD/ART Gerindra," jelas Ardianto.
Rencana Budi Arie Gabung Gerindra
Budi Arie Setiadi sebelumnya mengutarakan keinginannya untuk bergabung dengan partai politik dalam Munas ke III ProJo pada 1 November 2025. Meski tidak menyebutkan secara eksplisit, sinyalemen kuat mengarah pada Partai Gerindra sebagai tujuan.
Dia menyatakan komitmen untuk memperkuat agenda politik pemerintahan Prabowo Subianto. "Kita akan memperkuat seluruh agenda politik Presiden dengan memperkuat partai politik pimpinan Presiden," ujar Budi Arie.
Namun niat tersebut mendapat penolakan keras dari internal Gerindra, mengindikasikan bahwa proses penerimaan Budi Arie tidak akan berjalan mulus.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Kritik Alokasi Anggaran Pendidikan dan Fenomena Pelembagaan di Forum Yogyakarta
Pengamat Soroti Lima Indikator Keretakan Hubungan Politik Jokowi-Prabowo
Rocky Gerung Serukan Jaga Tradisi Intelektual Kritis Yogyakarta dari Intervensi Politik
Rocky Gerung Ungkap Strategi Serangan Balik untuk Prabowo di Debat 2019 yang Ditolak