Rocky Gerung Minta Prabowo Pertimbangkan Ulang Rencana Mediasi ke Iran

- Minggu, 01 Maret 2026 | 22:50 WIB
Rocky Gerung Minta Prabowo Pertimbangkan Ulang Rencana Mediasi ke Iran

PARADAPOS.COM - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, menyatakan kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak sebagai mediator dalam ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Pernyataan resmi itu menegaskan bahwa Presiden siap terbang ke Teheran guna memfasilitasi dialog, asalkan mendapat persetujuan dari pihak-pihak yang bersengketa. Langkah diplomasi aktif ini langsung memantik perdebatan di dalam negeri, termasuk tanggapan kritis dari sejumlah pengamat.

Peringatan dari Pengamat: Pertimbangkan Risiko dan Persepsi

Menanggapi rencana tersebut, pengamat politik Rocky Gerung mengimbau Presiden Prabowo untuk mempertimbangkan ulang niatnya mengunjungi Iran. Dalam analisisnya yang disampaikan melalui kanal YouTube pribadinya pada Minggu malam, 1 Maret 2026, Gerung menilai langkah itu mengandung risiko tinggi bagi posisi Indonesia.

“Dan kalau kita lihat untuk Presiden Prabowo berpikir ulang mungkin untuk pergi ke Iran karena terlalu riskan soal itu. Tapi proksi-proksinya juga bisa jalan, namun tetap kita mesti sedikit tahu diri bahwa Indonesia itu sudah dituduh sebagai agennya Amerika,” tuturnya.

Dilema Pasca Bergabung dengan Board of Peace

Peringatan Rocky Gerung itu tidak terlepas dari keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, keputusan bergabung dengan forum itu telah menimbulkan pertanyaan besar mengenai konsistensi komitmen Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina di mata dunia internasional, khususnya kubu yang mendukung Palestina.

“Artinya ada hambatan kultural untuk diterima di pengaruh yang menginginkan kepastian pembebasan Palestina itu, kepastian bahwa Palestina itu punya kemerdekaan,” jelasnya.

Ia menambahkan konteks geopolitik terkini, “Sementara Israel sekarang lagi soal-olah euforia karena bisa menaklukan Iran sebagai supplier utama Hamas di Palestina.”

Dukungan Bersyarat untuk Diplomasi Damai

Meski menyoroti sejumlah tantangan dan risiko persepsi, akademisi yang dikenal vokal ini tetap menyatakan dukungannya terhadap upaya Indonesia untuk meredakan eskalasi konflik. Rocky Gerung menekankan pentingnya membedakan antara dinamika rumit di Timur Tengah dengan niat baik Indonesia untuk berkontribusi pada perdamaian.

“Ini sekali lagi kita bedakan itu, antara faktor yang terjadi di Timur Tengah dan posisi Indonesia untuk ikut di dalam proses-proses mencegah eskalasi,” pungkasnya.

Pernyataan Resmi Kemlu RI

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI telah mengeluarkan keterangan resmi yang mengonfirmasi kesiapan Presiden. Pernyataan itu menegaskan posisi Indonesia yang ingin memainkan peran konstruktif dalam meredakan ketegangan.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” demikian pernyataan resmi Kemlu.

Deklarasi ini menempatkan Indonesia pada posisi yang cukup unik, berusaha menjembatani dua kubu yang tengah berkonflik sambil menghadapi kompleksitas persepsi dan realitas politik global.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar