PARADAPOS.COM - Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden keenam Republik Indonesia, meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 07.00 WIB. Mantan Panglima ABRI itu menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), tempat almarhum mengabdikan diri sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah.
Pernyataan Resmi dari BPIP
Dalam keterangan resminya, BPIP menyampaikan kabar duka tersebut dengan kalimat yang penuh hormat.
“Innalillahi wainnailaihi rojiuun. Telah berpulang Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 RI, Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP RI, pada pagi hari ini, Senin 2 Maret 2026 pukul 07.00 WIB di RSPAD. Semoga almarhum husnul khotimah,” demikian bunyi pernyataan resmi lembaga tersebut.
Jejak Karier dari Teknik AD ke Istana Negara
Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, perjalanan hidup Try Sutrisno erat dengan dunia militer. Ia memulai karier setelah lulus dari Akademi Teknik Angkatan Darat pada 1959. Dedikasinya membawanya menduduki posisi-posisi strategis, termasuk sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (1986-1988) dan puncaknya sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dari 1988 hingga 1993.
Setelah masa dinas militernya, pria yang dikenal dengan sikapnya yang tenang ini kemudian memasuki ranah politik nasional. Ia dipercaya mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wakil Presiden RI untuk periode 1993-1998, sebuah peran yang mengukuhkannya dalam sejarah kepemimpinan Indonesia.
Mengenang Kontribusi dan Pengabdian
Kepergian Try Sutrisno tentu meninggalkan duka yang mendalam. Bagi banyak pengamat sejarah dan politik, ia adalah sosok yang mewakili suatu era penting dalam dinamika bangsa. Pengabdiannya yang panjang, baik di kesatuan tentara maupun di lembaga pemerintahan, telah memberikan kontribusi nyata dalam perjalanan negara ini. Masyarakat pun turut berduka, mengenang seorang negarawan yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mengabdi pada negara.
Artikel Terkait
Prabowo Ingin Bahasa Asing Diajarkan Sejak Kelas 1 SD, Sebut Ada 7 Bahasa Prioritas
Jokowi Sebut Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet Sudah Sesuai Aturan dan Minta Publik Tak Berspekulasi
Pemerintah Diminta Tak Abaikan Akar Kerusuhan Agustus 2025: Pengamat Sebut Stabilitas Bukan Hanya Soal Bayang-Bayang Jokowi
Wartawan Parlemen Kecam Benny Harman soal Ucapan Otak Kamu Ada Gak, Minta Maaf atau Dilaporkan ke MKD