Dubes Iran Kecam Sikap Dunia yang Diam Soal Senjata Nuklir Israel

- Senin, 02 Maret 2026 | 22:25 WIB
Dubes Iran Kecam Sikap Dunia yang Diam Soal Senjata Nuklir Israel

PARADAPOS.COM - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan kekecewaan mendalam negaranya terhadap sikap dunia internasional yang dinilai tidak mempersoalkan kepemilikan senjata nuklir Israel. Dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (2/3/2026), Boroujerdi menegaskan bahwa status Israel yang bukan anggota IAEA dan Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) menjadikan arsenal nuklirnya ilegal, namun hal ini dibiarkan oleh komunitas global.

Status Hukum yang Dipertanyakan

Inti keberatan Iran terletak pada kerangka hukum internasional. Boroujerdi secara tegas mempertanyakan legitimasi kepemilikan senjata nuklir Israel, mengingat negara tersebut tidak terikat pada rezim pengawasan atom global. Berbeda dengan Iran yang merupakan anggota IAEA dan NPT, posisi Israel di luar perjanjian ini menciptakan ketimpangan yang mencolok dalam penegakan aturan non-proliferasi.

Dia menjelaskan, "Rezim Zionis Israel seperti yang diketahui memiliki bom atom secara ilegal, dan Amerika berdampingan dengan rezim ini."

Boroujerdi kemudian melanjutkan poinnya dengan menyoroti ancaman yang pernah dilontarkan, "Rezim ini juga saya sebutkan kembali, dia bukan anggota IAEA, bukan bagian dari NPT (Non-Proliferation Treaty), telah mengancam seluruh negara tetangganya terhadap penggunaan bom nuklir."

Ironi Tuduhan dan Realitas di Lapangan

Di luar persoalan nuklir, diplomat senior itu juga menyoroti narasi yang berkembang di panggung dunia. Dia merasa ada ironi yang pahit ketika negara yang secara nyata terlibat dalam konflik bersenjata justru menuding Iran sebagai ancaman. Boroujerdi menyindir fakta bahwa Israel, yang ditudingnya melakukan genosida di Gaza, justru menggambarkan Iran sebagai pihak yang haus kekerasan.

Dengan nada prihatin, dia menambahkan, "Dan ironisnya, kenyataan pahit ironis yang harus disampaikan adalah sebuah pihak, seperti rezim Zionis Israel memberikan cap kepada Iran sebagai pihak yang berorientasi kepada kekerasan dan peperangan."

Kekhawatiran atas Tatanan Global

Pernyataan Boroujerdi mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas mengenai erosi hukum internasional. Dia menyampaikan keprihatinannya melihat dunia yang dinilainya membiarkan Israel bersama sekutu utamanya, Amerika Serikat, untuk terus melakukan agresi sambil melancarkan propaganda. Situasi ini, menurutnya, tidak hanya merusak stabilitas regional Timur Tengah, tetapi juga mengikis fondasi tatanan dan keadilan global yang seharusnya dijunjung tinggi oleh semua bangsa.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar