Jamiluddin menjelaskan bahwa posisi Kaesang akan semakin kuat jika PSI berhasil melampaui ambang batas parlemen (parliamentary threshold) pada Pemilu 2029. Pencapaian ini menjadi dasar mengapa Jokowi diprediksi akan bekerja keras untuk memastikan kemenangan PSI.
"Kekuatan PSI dengan figur Kaesang akan menjadi penopang utama dari bangunan politik yang dibangun Jokowi," ujarnya.
Proyksi Jangka Panjang: Dari Prabowo-Gibran ke Pilpres 2034
Strategi paralel juga diterapkan untuk Gibran. Upaya untuk tetap memasangkannya dengan Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 dinilai memiliki tujuan yang lebih jauh.
"Jika Gibran dapat kembali mendampingi Prabowo di 2029, maka jalan untuk mengantarkan anaknya tersebut menuju kursi presiden pada Pilpres 2034 akan semakin terbuka," pungkas Jamiluddin.
Analisis ini menyoroti dinamika politik Indonesia pasca-kepemimpinan Jokowi dan potensi pergeseran kekuatan yang signifikan menuju Pemilu 2029 dan seterusnya.
Artikel Terkait
Said Didu Ungkap Prabowo Sepakat Rebut Kedaulatan dari Oligarki, Target Geng Solo
Dokter Tifa Kritik Jokowi di Rakernas PSI: Strategi Playing Victim atau Kondisi Kesehatan?
Prabowo Subianto Temui Siti Zuhro & Susno: Pertemuan Malam Hari di Kertanegara Diungkap
Gatot Nurmantyo Kritik Kapolri: Analisis Hukum Dampaknya bagi Institusi Polri