PARADAPOS.COM - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, memberikan tanggapan atas kabar yang beredar mengenai rencana Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet pada Jumat (17/4). Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (16/4), Sarmuji menyatakan partainya belum menerima informasi resmi namun sepenuhnya menghormati hak prerogatif presiden.
Respon Golkar Terhadap Isu Reshuffle
Di tengah ramainya pemberitaan, Sarmuji mengaku Golkar sebagai partai pendukung pemerintahan belum mengetahui kebenaran wacana tersebut. Posisi partainya saat ini adalah menunggu dan melihat, sambil menanti arahan lebih lanjut dari pimpinan.
"Saya enggak tahu, itu, kan, wewenang presiden. Nanti tergantung Pak Presiden merenung, perlu enggak, ya, reshuffle. Begitu kira-kira," tuturnya kepada para wartawan yang mengepungnya.
Ia menegaskan, hingga Kamis siang, belum ada komunikasi resmi dari istana mengenai hal tersebut. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, Sarmuji berencana bertemu dengan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, yang baru kembali dari rangkaian kunjungan kerja presiden ke luar negeri.
"Saya belum ketemu Ketua Umum yang baru mendampingi Presiden Prabowo ke Rusia dan Perancis. Mudah-mudahan malam nanti saya ketemu ketua umum. Mudah-mudahan," ujarnya menambahkan.
Soal Isu Bahlil Lahadalia Menjadi Menko
Pertanyaan wartawan kemudian berlanjut pada spekulasi mengenai posisi menteri koordinator yang konon akan dijabat oleh Bahlil Lahadalia. Terhadap isu ini, Sarmuji kembali menunjukkan sikap hati-hati.
"Enggak tahu, orang dengar reshuffle saja enggak, bagaimana yang lain-lain," jawab Ketua Fraksi Golkar di DPR RI itu dengan singkat.
Meski demikian, ia tak ragu memberikan apresiasi terhadap kinerja Bahlil selama menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurut penilaiannya, Bahlil telah menunjukkan performa yang solid dalam mendukung agenda strategis pemerintahan, khususnya di bidang ketahanan energi.
Apresiasi untuk Kinerja di Sektor Energi
Sarmuji memuji kemampuan Bahlil menghadapi tantangan global yang kompleks. Ia menggambarkan situasi sulit yang dihadapi menteri ESDM di tengah gejolak geopolitik yang mempengaruhi pasar energi dunia.
"Kinerja Pak Bahlil oke dan makin oke. Bayangkan, ya, mungkin orang enggak bisa membayangkan betapa sulitnya posisi Pak Bahlil sekarang," jelasnya.
Lebih lanjut, Sarmuji menyoroti keberhasilan Bahlil dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Capaian ini, menurutnya, bukan hal yang mudah mengingat persaingan ketat antar negara untuk mengamankan sumber energi di kancah internasional.
"Alhamdulillah Menteri ESDM, Pak Bahlil berhasil mengamankan suplai energi sekaligus satu hal yang sangat penting, bisa membuat harga BBM tidak naik. Itu sesuatu yang sangat tidak mudah pada saat ini," pungkasnya.
Dari pernyataan-pernyataan tersebut, terlihat sikap Golkar yang lebih memilih untuk bersikap responsif menunggu keputusan resmi dari Presiden Prabowo Subianto, sembari terus mendukung langkah-langkah pemerintahan yang sedang berjalan.
Artikel Terkait
Pengamat Politik Pangi Syarwi Tanggapi Sindiran Sekretaris Kabinet Soal Inflasi Pengamat
MKD DPR Panggil Habib Aboe Terkait Pernyataan Ulama dan Pesantren Madura Terlibat Narkoba
Anggota DPR Soroti Anggaran Motor dan Kaos Kaki Badan Gizi Nasional
Ketua PP Pemuda Katolik Diperiksa Polda Metro Jaya Terkait Laporan ke Jusuf Kalla