Habib Rizieq Tegaskan FPI Tak Berubah Prinsip, Hanya Perbaiki Strategi Gerakan

- Kamis, 16 April 2026 | 23:50 WIB
Habib Rizieq Tegaskan FPI Tak Berubah Prinsip, Hanya Perbaiki Strategi Gerakan

PARADAPOS.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, menegaskan bahwa organisasinya tidak mengalami perubahan prinsip atau meredup, melainkan sedang melakukan penyesuaian strategi pergerakan. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah dialog dengan pengurus aliansi BEM Se-Indonesia yang diunggah pada Jumat, 17 April 2026, sebagai respons atas sorotan publik yang mempertanyakan posisi FPI belakangan ini. Habib Rizieq menekankan dukungannya terhadap perjuangan mahasiswa dan buruh, sekaligus mengingatkan agar waspada terhadap upaya penunggangannya oleh pihak-pihak tertentu.

Bantahan Atas Tudingan "Cooling Down"

Menanggapi kesan bahwa FPI terlihat lebih pasif, Habib Rizieq dengan tegas membantahnya. Ia menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tetap berpegang pada prinsip amar makruf nahi munkar. Perbedaan yang muncul, menurutnya, terletak pada upaya untuk memperbaiki cara bergerak agar tidak mudah tertipu dalam dinamika perjuangan yang kompleks.

Dengan gaya bicara yang khas, ia mengibaratkan posisi FPI saat ini bukan sebagai pihak yang mendingin, melainkan sebagai pengamat yang cermat.

“Saya tanya (tegaskan) bukan cooling down, emang lagi gelar tiker, lagi nonton,” selorohnya yang disambut tawa dari audiens. “Lagi gelar tiker, lagi nonton. Nonton apa? Buaya sama buaya lagi ribut. Alhamdulillah.”

Dukungan dan Peringatan untuk Gerakan Mahasiswa

Di tengah penegasan tersebut, Habib Rizieq menyatakan dukungan penuh bagi perjuangan mahasiswa dan buruh, asalkan dilakukan dengan niat yang benar dan bukan untuk kepentingan kelompok sempit. Namun, ia juga menyelipkan pesan kehati-hatian yang mendalam, mengingatkan para aktivis untuk menjaga diri dari kemungkinan dikorbankan oleh kepentingan politik praktis.

“Pokoknya selama jalan mahasiswa, buruh, betul, bukan untuk kepentingan kelompok, kita dukung. Jadi maaf, bukan FPI berubah, bukan! FPI memang harus memperbaiki cara geraknya supaya tidak tertipu di tengah jalan,” tuturnya.

Ia melanjutkan dengan nada yang lebih personal, “Nah itu yang mau saya sampaikan. Jadi nggak usah khawatir, teruskan semangat, yang penting jaga diri ya. Jangan sampai adik-adik mahasiswa dikorbankan.”

Respons Terhadap Wacana Kudeta

Pembicaraan juga menyentuh wacana yang berkembang di publik, termasuk ajakan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diinisiasi oleh sejumlah figur seperti Saiful Mujani dan Islah Bahrawi. Habib Rizieq menyikapi hal ini dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pentingnya argumentasi yang kuat.

Ia mengakui bahwa tuntutan mundur dari presiden adalah hal yang sah dalam demokrasi, asalkan disertai dengan argumentasi yang dapat dipahami rakyat. Namun, ia secara khusus memperingatkan adanya provokator yang dianggapnya tidak konsisten.

“Tapi hati-hati dengan provokator. Saya lihat sekarang ada pimpinan lembaga survei yang kemarin jadi termul. Sudahlah. Yang kemarin bela presiden yang lalu rezimnya abis-abisan. Jual angka, jual survei, tahu-tahu sekarang teriak-teriak mau kudeta, siapa yang percaya?” tandasnya.

Dengan pernyataan-pernyataan ini, sang Imam Besar FPI tidak hanya menjawab pertanyaan tentang posisi organisasinya, tetapi juga berusaha menempatkan diri dalam peta politik nasional yang sedang berlangsung, dengan pesan utama untuk bersikap waspada dan kritis.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar