paradapos.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu Alexander Marwata yang memberikan respon terkait dengan adanya bantuan sosial (bansos) dengan muka Capres – Cawapres nomor urut 2 yaitu Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.
Alexander Marwata mengatakan bahwa pihak KPK sudah mengingatkan terkait dengan adanya konflik kepentingan.
Ia mengatakan bahwa konflik kepentingan ini merupakan embrio akar persoalan korupsi di Indonesia.
“Terkait dengan bansos yang ada logo-logo dari calon-calon tertentu. Sekali lagi kami di KPK sudah berkali-kali mengingatkan terkait dengan kemungkinan adanya konflik kepentingan,” ujar Alexander Marwata.
“Konflik kepentingan ini adalah embrio akar persoalan korupsi kita, sering kadang-kadang berdalih toh yang penting bantuan sampai, tidak mengambil keuntungan berupa keuangan,” lanjutnya.
Menurut Wakil Ketua KPK, keuntungan tidak harus dalam bentuk materi saja, namun juga dapat berupa image baik bagi pihak yang menyalahgunakan.
Baca Juga: Enak Pol! Tempat Makan Grill Kaki Lima di Palembang dengan View LRT
“Apalagi kalau itu terjadi di saat seperti ini dimana pemilu, semua calon berusaha menarik simpati dari rakyat,” ucap Alexander Marwata.
Alexander Marwata mengungkapkan bahwa dengan adanya logo paslon di bansos, tentu membuat masyarakat mengira bantuan tersebut berasal dari pasangan.
“Dengan adanya bantuan – bantuan yang ada logo paslon, masyarakat tertentu mungkin yang tidak memahami terkait dengan bagaimana mekanisme keuangan negara. Dengan adanya logo pasangan tertentu, rakyat yang tidak memahami akan melihat bahwa bansos ini sumber uangnya seolah-olah dari pasangan yang bersangkutan,” kata Alexander Marwata.
Seperti yang diketahui bahwa bantuan sosial atau bansos bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Status SIKS-NG Terbaru, Dana Bansos BPNT dan PKH Tahap 1 Tahun 2024 Diprediksi Cair Sebentar Lagi
Wakil Ketua KPK yaitu Alexander Marwata memberikan Solusi jika ingin adil, maka stiker yang dipasang harus menampilkan ketiga Capres – Cawapres.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ayopalembang.com
Artikel Terkait
Harta Zita Anjani Melonjak 1.000 Persen dalam Dua Tahun, Publik Desak Penelusuran KPK
Demokrat Desak PDIP Perjelas Sikap Politik: Oposisi atau Pendukung Pemerintahan Prabowo?
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dinilai Tidak Proporsional, Pengamat: Kenapa Ijazah Jokowi Tak Cukup Dijawab dengan Bukti Autentik?
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru, Skandal Korupsi Makan Bergizi Gratis BGN Rugikan Negara Ratusan Triliun