AS Bantah Klaim Iran Tutup Selat Hormuz, Sebut Lalu Lintas Kapal Justru Meningkat

- Minggu, 21 Juni 2026 | 02:25 WIB
AS Bantah Klaim Iran Tutup Selat Hormuz, Sebut Lalu Lintas Kapal Justru Meningkat
PARADAPOS.COM - Washington, 21 Juni 2026 – Komando Pusat Amerika Serikat (AS) secara resmi membantah adanya penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Militer AS menegaskan bahwa jalur perairan strategis tersebut tetap terbuka dan lalu lintas kapal komersial justru menunjukkan peningkatan. Klaim Iran yang menyebutkan penutupan selat sebagai respons atas pelanggaran kesepakatan dengan AS pun langsung ditepis dengan data lapangan.

Lalu Lintas Selat Hormuz: 55 Kapal dan 17 Juta Barel Minyak

Pernyataan resmi Komando Pusat AS merinci aktivitas maritim di Selat Hormuz pada hari yang sama. Dalam keterangannya, mereka menyebutkan bahwa sebanyak 55 kapal dagang berhasil melintas tanpa hambatan. Armada tersebut mengangkut kargo dalam jumlah besar serta lebih dari 17 juta barel minyak yang menuju pasar global. “Jalur pelayaran internasional aman dan tetap terjaga hari ini,” demikian bunyi pernyataan tersebut. Pernyataan itu juga menekankan kesiapan personel AS di lapangan. “Pasukan AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi, ditaati, dan berlaku sepenuhnya,” tambah pernyataan tersebut. Sikap tegas ini sekaligus menepis kekhawatiran akan terganggunya rantai pasok energi global yang sangat bergantung pada selat tersebut.

Wakil Presiden AS: Tidak Ada Bukti Penutupan

Dari sisi diplomatik, Wakil Presiden AS JD Vance angkat bicara. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak menemukan satu pun bukti yang mendukung klaim Iran. “Kami tidak melihat bukti apa pun,” ujarnya singkat, merujuk pada pernyataan Teheran yang menyebut Selat Hormuz telah ditutup.

Kronologi Klaim Penutupan oleh Iran

Sebelum bantahan dari Washington, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya—komando militer utama Iran—mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada Sabtu. Mereka mendasarkan langkah ini pada dua alasan utama. Pertama, dugaan pelanggaran AS terhadap nota kesepahaman perdamaian yang baru saja ditandatangani. Kedua, pelanggaran gencatan senjata Israel di Lebanon selatan. “Dengan ini diumumkan bahwa Selat Hormuz ditutup untuk lalu lintas kapal. Langkah pertama ini merupakan respons terhadap pelanggaran janji oleh pihak musuh,” ujar pihak komando. Pernyataan itu juga memuat ancaman eskalasi. “Jika agresi terus berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan direncanakan dan diambil untuk memaksa pihak musuh mematuhi kewajibannya,” sambungnya. Menurut Iran, serangan Israel ke Lebanon selatan telah melanggar komitmen yang menjadi bagian dari kesepahaman antara Teheran dan Washington. Pengumuman ini muncul di tengah atmosfer regional yang memanas, terutama setelah serangan Israel terjadi meskipun gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah telah diumumkan sebelumnya. Di lapangan, perbedaan narasi antara militer AS dan komando Iran ini menimbulkan tanda tanya besar. Yang jelas, data lalu lintas kapal yang dirilis Washington menjadi bukti kontradiktif paling konkret terhadap klaim penutupan tersebut.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler