Gala Premiere Film Pendek “Rumah Kedua” Digelar di Bali, Angkat Dilema Perantau antara Mimpi dan Keluarga

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:00 WIB
Gala Premiere Film Pendek “Rumah Kedua” Digelar di Bali, Angkat Dilema Perantau antara Mimpi dan Keluarga
PARADAPOS.COM - Gala premiere film pendek berjudul “Rumah Kedua” sukses digelar di Bali pada Sabtu, 20 Juni 2026. Karya sinematik ini bukan sekadar pencapaian baru bagi industri perfilman, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang esensi hubungan manusia, integritas, dan arti keluarga. Diproduksi oleh ARM Hospitality Indonesia bersama J.Karpenter Singapore dan 52 Studios Singapore, film ini menyoroti dilema seorang perantau yang harus memilih antara mengejar mimpi atau merawat ayahnya yang sakit keras di kampung halaman.

Filosofi di Balik Layar

CEO ARM Hospitality, Ronny Soetanto, menjelaskan bahwa film ini lahir dari idealisme lama untuk menyuarakan sisi kemanusiaan dari dunia pelayanan. Melalui narasi yang emosional, definisi tempat tinggal digeser menjadi sebuah ruang emosional yang penuh kepedulian, kehangatan, dan rasa memiliki. “Kami berharap Rumah Kedua dapat menginspirasi banyak orang untuk terus mengejar passion mereka tanpa melupakan keluarga, integritas, dan kasih sayang yang menjadi fondasi dalam setiap perjalanan hidup,” ujar Ronny dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi. Ia menambahkan, “Lima tahun yang lalu, saya memiliki sebuah mimpi untuk menghadirkan cerita yang dapat merepresentasikan nilai-nilai kehidupan yang selama ini kami pegang di ARM Hospitality. Hari ini, mimpi tersebut akhirnya menjadi kenyataan.”

Hospitality sebagai Hubungan Manusia

Ronny menekankan bahwa film ini bukan sekadar tentang pelayanan, melainkan tentang membangun hubungan. “Bagi kami, hospitality bukan hanya tentang memberikan pelayanan. Hospitality adalah tentang bagaimana kita membangun hubungan, menghadirkan kepedulian, dan menciptakan rasa memiliki. Melalui Rumah Kedua, kami ingin menunjukkan bahwa sebuah tempat dapat menjadi rumah bagi siapa saja yang berada di dalamnya,” ungkapnya. Sinema pendek ini juga diposisikan sebagai jembatan untuk mengasah kepekaan sosial di tengah masyarakat modern. “Kami percaya bahwa cerita memiliki kekuatan untuk membangun empati. Jika film ini dapat membuat seseorang lebih menghargai keluarga, perjalanan hidup, atau bahkan orang-orang di sekitarnya, maka tujuan kami telah tercapai,” tutur Ronny.

Kolaborasi Lintas Negara

Proyek ini merupakan buah kolaborasi antara ARM Hospitality Indonesia, J.Karpenter Singapore, dan 52 Studios Singapore. Di bawah arahan sutradara Cleve Low (52 Studios) dan produser Goh Wei Woon (J.Karpenter), “Rumah Kedua” bertransformasi menjadi sebuah karya seni yang jujur. “Sejak pertama kali mendengar visi dari ARM Hospitality, saya melihat bahwa ini bukan sekadar film tentang hospitality, melainkan tentang hubungan manusia, keluarga, dan pengorbanan. Kami berusaha menghadirkan cerita yang jujur dan dekat dengan realitas yang dialami banyak orang,” kata Cleve Low. Produser Goh Wei Woon menambahkan bahwa kekuatan utama film ini terletak pada pesan moralnya yang universal. “Setiap orang pernah berada pada titik di mana mereka harus memilih antara impian dan keluarga. Rumah Kedua berbicara mengenai dilema tersebut dengan cara yang emosional dan autentik. Kami berharap film ini dapat menyentuh hati penonton, terlepas dari latar belakang mereka,” jelas Goh Wei Woon. Gala Premiere film pendek berjudul Rumah Kedua. Foto: Dok. Istimewa.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar