Wapres AS JD Vance ke Swiss untuk Negosiasi Nuklir Iran dan Gencatan Senjata Lebanon

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:50 WIB
Wapres AS JD Vance ke Swiss untuk Negosiasi Nuklir Iran dan Gencatan Senjata Lebanon
PARADAPOS.COM - Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, bertolak menuju Swiss pada Sabtu (20/6) untuk merundingkan implementasi kesepakatan damai di Timur Tengah. Dalam pernyataannya sebelum keberangkatan dari Pangkalan Gabungan Andrews, Vance mengonfirmasi bahwa agenda utama pembicaraan kali ini mencakup program nuklir Iran dan gencatan senjata di Lebanon. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan, termasuk serangan terbaru Israel ke Lebanon dan respons Iran yang kembali menutup Selat Hormuz.

Agenda Pembicaraan di Swiss

Vance menjelaskan bahwa kunjungannya ke Swiss hanya akan berlangsung singkat, sekitar satu hingga dua hari. Meski waktunya terbatas, ia optimistis dapat mencapai kemajuan signifikan. “Saya hanya bisa berada di sana satu atau dua hari. Saya berharap kami akan membuat kemajuan dalam isu nuklir, serta kemajuan dalam isu gencatan senjata Lebanon. Itu adalah dua hal besar yang menurut saya akan menjadi fokus kami,” ujarnya kepada wartawan sebelum lepas landas. Pernyataan ini disampaikan di tengah suasana landasan pacu yang sibuk, dengan persiapan penerbangan diplomatik yang terkesan mendesak. Ia tampak membawa dokumen tebal yang kemungkinan berisi draf negosiasi.

Delegasi Iran Sudah Tiba Lebih Dulu

Sementara itu, delegasi Iran telah lebih dahulu tiba di Swiss pada hari yang sama. Mereka datang untuk merumuskan perundingan damai dengan AS serta menagih realisasi poin-poin yang telah disepakati sebelumnya. “Delegasi akan berangkat untuk menindaklanjuti dan meminta implementasi pihak AS, sebagai bagian komitmen dari perjanjian damai,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, melalui pernyataan resmi yang disiarkan kantor berita Iran. Baqaei kemudian menambahkan dengan nada tegas, “Dan pihak AS harus mengambil langkah yang segera, jika tidak, perdamaian akan bermasalah.” Delegasi Iran sendiri diperkuat oleh sejumlah tokoh kunci, termasuk negosiator ulung Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Kehadiran dua figur senior ini menandakan betapa seriusnya Iran memandang putaran perundingan kali ini.

Kaitan dengan Lebanon dan Ketegangan di Lapangan

Dalam pernyataan terpisah, Iran menekankan bahwa perjanjian damai yang disepakati dengan AS harus mencakup penghentian pertempuran di Lebanon. Artinya, gencatan senjata tidak hanya berlaku di perbatasan Israel-Iran, melainkan juga melibatkan Hizbullah dan pasukan Israel di wilayah Lebanon. Namun, situasi di lapangan justru menunjukkan arah sebaliknya. Israel kembali melancarkan serangan ke Lebanon pada Jumat (19/6) dan berlanjut hingga Sabtu. Serangan ini memicu reaksi cepat dari Tehran. Mengetahui adanya agresi militer tersebut, Iran merespons dengan menutup kembali Selat Hormuz. Langkah ini jelas menambah eskalasi dan memberi tekanan diplomatik tambahan menjelang perundingan di Swiss. Suasana di kawasan Teluk pun dilaporkan kembali memanas, dengan kapal-kapal patroli militer berjaga di perairan strategis tersebut.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar