PARADAPOS.COM - Pekanbaru, Riau kembali memperoleh tambahan satu unit helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Helikopter tersebut telah tiba dan mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Minggu, 21 Juni 2026. Dengan kedatangan unit baru ini, total armada udara yang kini siaga di Riau bertambah menjadi enam unit, terdiri dari lima helikopter water bombing dan satu helikopter patroli.
Tambahan Armada untuk Jangkauan Lebih Luas
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, Khoiril Fahmi, mengonfirmasi kedatangan bantuan tersebut.
“Provinsi Riau kembali mendapatkan bantuan berupa satu unit helikopter water bombing dari BNPB. Saat ini helikopter tersebut sudah berada di Pekanbaru,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa helikopter tambahan itu bertipe Mi 8. Kehadirannya dinilai krusial mengingat medan karhutla di Riau yang kerap sulit dijangkau oleh tim darat.
“Helikopter water bombing ini akan kami gunakan untuk memadamkan Karhutla di lokasi yang sulit dijangkau tim darat. Sehingga pemadaman Karhutla dapat lebih cepat dilakukan sebelum meluas,” jelasnya.
Komitmen Pusat dan Kesiapsiagaan Daerah
Penambahan armada ini dipandang sebagai wujud nyata dukungan pemerintah pusat kepada daerah. Menurut Khoiril, langkah BNPB menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kesiapsiagaan Riau menghadapi musim kemarau tahun ini.
Dengan kekuatan armada yang kini lebih lengkap, respons terhadap munculnya titik api diharapkan bisa berlangsung lebih gesit. Proses pemadaman dari udara pun diyakini akan lebih efektif, terutama di area yang rawan meluas.
"Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan. Dengan dukungan armada yang memadai, penanganan titik api bisa dilakukan lebih cepat sehingga kebakaran tidak meluas dan dampaknya dapat diminimalkan," pungkasnya.
Suasana di sekitar landasan Bandara SSK II tampak sibuk saat helikopter Mi 8 itu mendarat. Personel BPBD dan jajaran terkait langsung bersiap melakukan koordinasi teknis agar armada baru ini bisa segera dioperasikan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi preventif menjelang puncak musim kemarau yang diprediksi meningkatkan risiko karhutla di wilayah tersebut.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
ASDP Kembangkan Pelabuhan Tanjung Uban Bintan, Target Rampung Akhir 2026
Gibran Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum Roy Suryo dan Dr Tifa
Warga Lumajang Meninggal Dunia Akibat Luka Bakar 80 Persen Usai Tersapu Awan Panas Semeru
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan yang Wajib Disembuhkan, Desak Pemerintah Sediakan Rehabilitasi