Yo ditempeleng sepatu ndasmu. Tegas dan nurut atasan itu wajib di militer, makanya karakter ini cocoknya ya di tempat tertentu.
Nah, karakter begitu nggak bisa diterapin buat ngelola negara demokrasi.
Misalnya ada menteri punya kebijakan begini, terus rakyat nggak setuju? Masa harus ditempeleng rakyatnya?
Please, Manteman. Kita harus lawan ini! Ini bahaya sekali bagi kehidupan demokrasi negara ini.
Makanya mereka bikin rapat diem-diem di hotel, rakyat nggak boleh tahu. Meskipun akhirnya kegrebek juga.
Tapi, Mas, bukankah China dan Vietnam pakai metode militer kemudian negaranya makin gede dan bagus? Oke, saya tanya balik.
Karakter masyarakat kita lebih dekat atau mirip mana? China atau Vietnam yang pekerja keras dan pinter itu, atau kayak orang Somalia atau Zimbabwe yang anu begitu?
Kalian mau Indonesia berakhir kayak Korea Utara, Somalia, Zimbabwe?
Kita harus berisik sekali soal ini. Sungguh, sekali lagi ini bahaya. Saya nggak peduli kalian warga RT 58 sekalipun, please kalau kalian masih waras, kita harus ramai-ramai tolak RUU TNI ini.
Bayangin kalau RUU TNI ini sah. Belum sah saja, ada yang dikritik sedikit saja sudah ngomong,
“Ndasmu!”
***
Artikel Terkait
Megawati Institute Resmi Berdiri: Ketua Umum PDIP Resmikan Think Tank di HUT ke-53 Partai
Pertemuan Jokowi dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di Solo Dikonfirmasi Sekjen ReJo
Megawati Tiba di Rakernas PDIP 2026 Didampingi Prananda Prabowo: Tema Satyam Eva Jayate
Eggi Sudjana Minta Pencabutan Cekal Usai Temui Jokowi: Alasan & Perkembangan Kasus Terbaru