Soleman Ponto juga menyoroti sejumlah kejanggalan lain dalam mutasi terbaru TNI.
Salah satunya adalah surat keputusan mutasi yang ditembuskan ke sejumlah pihak terkait.
Selain itu, Soleman mengkritik rotasi jabatan Laksamana Muda Kresno Buntoro menjadi staf khusus KSAD.
Soleman heran mengapa perwira TNI AL bisa dipindah jabatan ke Angkatan Darat.
"Harus ada rescue, bagaimana rescue ini supaya ini jangan terjadi kembali. Ini kan sudah rusak sistemnya, maka kita harus rescue, jangan sampai tambah rusak ke depan," katanya.
Senada dengan Soleman, anggota Komisi I DPR, Mayjen (Purn.) TB Hasanuddin mempertanyakan keputusan mutasi Panglima TNI.
Menurutnya, mutasi terbaru yang menuai kontroversi sarat dengan nuansa politik.
Politikus PDI Perjuangan itu menyatakan jangan sampai Panglima TNI diintervensi pihak tertentu, termasuk mantan presiden, Joko Widodo yang kini berstatus warga biasa.
"Andaikan itu Presiden Bapak Prabowo yang memerintahkan, sah, karena beliau sebagai penguasa tertinggi. Yang saya tidak habis pikir bagaimana Panglima TNI masih diintervensi oleh seorang sipil, ini bahaya," katanya.
Sumber: Kompas
Artikel Terkait
Megawati Institute Resmi Berdiri: Ketua Umum PDIP Resmikan Think Tank di HUT ke-53 Partai
Pertemuan Jokowi dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di Solo Dikonfirmasi Sekjen ReJo
Megawati Tiba di Rakernas PDIP 2026 Didampingi Prananda Prabowo: Tema Satyam Eva Jayate
Eggi Sudjana Minta Pencabutan Cekal Usai Temui Jokowi: Alasan & Perkembangan Kasus Terbaru