Ia menyarankan Prabowo untuk segera mengganti para pembantunya di kabinet yang ditengarai memiliki loyalitas ganda.
"Ini atas nama saya pribadi, menggantikan para pembantunya yang selama ini ditengarai menampilkan loyalitas ganda, baik kepada presiden, dan juga kepada presiden sebelumnya," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies atau CSIS Indonesia, Deni Friawan mengingatkan aksi unjuk rasa yang berlangsung sepanjang 28-30 Agustus 2025 bisa menyebabkan krisis seperti yang terjadi pada 1998.
"Kalau ini terus dibiarkan, akar permasalahan ini tidak diatasi, resiko krisis ekonomi, delegitimasi negara, dan degradasi demokrasi itu akan meningkat," kata Deni dalam media briefing CSIS, 'Wake Up Call dari Jalanan: Ujian Demokrasi dan Ekonomi Kita' di Jakarta, Selasa (2/9/2025).
Dia menegaskan bahwa krisis 1997-1998 harus menjadi pelajaran penting.
Pada waktu itu krisis terjadi secara multidimensional, kesulitan ekonomi, korupsi hingga lemahnya penegakan hukum.
Situasi itu pun memiliki kemiripan dengan kondisi saat ini, yakni ketidakadilan dan tekanan ekonomi.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
SP3 Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis: Keadilan Restoratif atau Manipulasi Hukum?
Prodem Minta Polri Tetap di Bawah Presiden, Ini Alasan dan Kekhawatirannya
SP3 Eggi Sudjana Bermasalah Hukum: Pengamat Soroti Pelanggaran KUHAP & Syarat Restorative Justice
Khozinudin Tolak Damai dengan Jokowi: Ada Upaya Adu Domba di Kasus Ijazah Palsu