Rizal menyampaikan kecurigaannya bahwa yang terjadi adalah sebuah sandiwara untuk menutupi kepalsuan. "Gerakan mafia ternyata telah sukses masuk ke kampus ternama. Jaringan itu masif, intensif, manipulatif, dan tentu destruktif," tukasnya. Ia menilai UGM sedang melakukan "harakiri" hanya untuk membela satu orang.
Hasil Uji Forensik Digital dan Keterangan Kepolisian
Rizal mengklaim bahwa semua dokumen ijazah yang pernah ditampilkan, baik oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, rekan-rekan Jokowi, maupun KPUD Surakarta, adalah sama dan telah diuji. "Ijazah model demikian sudah diuji secara digital forensik dan dihasilkan kualifikasi palsu," tandasnya. Ia juga menyoroti bahwa jika ijazah itu asli, Kepolisian seharusnya sudah mengumumkan hasil laboratorium forensiknya.
Kesimpulan: Publik Bosan dengan Drama
Rizal menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa publik telah bosan dengan drama yang berbelit-belit. "Sudahlah, ijazah Jokowi itu memang palsu, palsu. Stop tipu-tipu," kuncinya. Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan rakyat Indonesia adalah bukti, bukan lagi pertunjukan drama.
Sumber artikel asli: fajar.co.id
Artikel Terkait
Reshuffle Kabinet: Prabowo Ingin Lepas dari Geng Solo dengan Ganti Pratikno?
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Analisis Isu Penggantian Menlu Sugiono & Menko PMK Pratikno
Reshuffle Kabinet Jilid 5 Prabowo: Calon Wamenkeu Juda Agung hingga Rotasi Menlu
Kritik Ahli: Pembangunan Infrastruktur Jokowi Masif Tapi Tidak Merata, Ini Analisisnya