Waspada Koreksi Pasar Saham Global! CEO Wall Street Peringatkan Gelembung AI Mirip Era Dot-Com

- Selasa, 04 November 2025 | 22:40 WIB
Waspada Koreksi Pasar Saham Global! CEO Wall Street Peringatkan Gelembung AI Mirip Era Dot-Com

CEO Wall Street Peringatkan Risiko Koreksi Pasar Saham Global

Para CEO Wall Street mengeluarkan peringatan serius tentang potensi penurunan pasar saham global. Kekhawatiran utama mereka berpusat pada valuasi saham teknologi artificial intelligence (AI) yang dinilai sudah terlalu tinggi dan mengingatkan pada era gelembung dot-com.

Peringatan dari Pimpinan Morgan Stanley dan Goldman Sachs

CEO Morgan Stanley, Ted Pick, menyatakan pasar perlu waspada terhadap kemungkinan koreksi 10-15 persen. Pernyataan ini disampaikan dalam Global Financial Leaders' Investment Summit di Hong Kong. Sementara CEO Goldman Sachs, David Solomon, mengingatkan bahwa sentimen pasar dapat berubah secara tiba-tiba tanpa dapat diprediksi sebelumnya.

Kondisi Pasar Saham AS Saat Ini

Pasar AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan dengan turunnya kontrak berjangka indeks utama Wall Street. Indeks VIX, yang mengukur volatilitas pasar, bertahan di level tertinggi dalam dua minggu terakhir. Meskipun valuasi teknologi dinilai sudah penuh, Solomon menegaskan kondisi ini tidak berlaku untuk seluruh sektor pasar.

Risiko yang Diabaikan Investor

CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, menyatakan kekhawatiran yang lebih besar dibanding banyak pelaku pasar. Dia memprediksi pasar saham AS menghadapi risiko koreksi signifikan dalam 6 bulan hingga 2 tahun ke depan. Faktor ketegangan geopolitik, belanja fiskal besar, dan remiliterisasi global menjadi pemicu utama ketidakpastian.

Euforia AI: Ancaman Gelembung Baru?

Ledakan investasi dalam teknologi kecerdasan buatan generatif memunculkan kekhawatiran gelembung baru. Citigroup memperkirakan belanja infrastruktur AI bisa mencapai USD2,8 triliun hingga 2029. Kesepakatan besar-besaran seperti perjanjian OpenAI dengan Amazon senilai USD38 miliar memperkuat analogi dengan era dot-com yang berakhir dengan keruntuhan pasar.

Analis memperingatkan investor untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi pasar meskipun euforia AI masih terus berlanjut. Koreksi dianggap sebagai bagian sehat dari siklus pasar yang dapat terjadi kapan saja.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar