LombokPost-Kelompok masyarakat Desa Batujai Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah mengolah eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Mulai dari pupuk organik hingga aneka kriya kebutuhan fesyen dan home decor.
”Kita akan persiapkan kerajinan eceng gondok ini bisa go national,” ujar Kepala Disperin NTB Nuryanti.
Dalam kunjungan pekan lalu, pihaknya memperoleh banyak informasi mengenai pengolahan eceng gondok. Selama ini para perajin memanen eceng gondok, namun belum ada pembagian kerja perajin, untuk memperoleh produk dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi.
Disperin NTB akhirnya menawarkan beberapa peta jalan untuk merancang sebuah ekosistem yang berkemajuan. Di antaranya menjadi sentra dan desa industri komoditas khas Lombok Tengah dengan brand produk ramah lingkungan.
”Menjadi aneka kerajinan khususnya kebutuhan hotel-hotel di Mandalika seperti sandal hotel, tas-tas untuk fesyen maupun tas-tas sekolah pada umumnya,” sambungnya.
Baca Juga: Kemenparekraf Selaraskan Promosi Pariwisata dan UMKM NTB
Langkah konkret lainnya, melakukan pembinaan berbasis desa industri. Dengan ekosistem dari hulu hilir dalam satu sentra ke sentra lainnya. Selain itu, juga akan disiapkan IKM khusus mengolah eceng gondok menjadi bahan baku yang siap. Bisa oleh perajin turunan di desa lainnya, maupun dalam satu desa tersebut.
”Kolaborasi dengan IKM Tenun Sukarare menjadi salah satu strategi diversifikasi produk eceng gondok sehingga memiliki nilai tambah,” katanya.
Tidak hanya berkolaborasi sesama lokal, melainkan akan bersaing di tingkat daerah luar NTB hingga nasional. Nantinya akan disiapkan untuk expo dalam kegiatan Dekranas Kriya Nusa di JCC Jakarta. ”Sehingga dari eceng gondok akan melahirkan banyak pelaku industri baru dan pasarnya akan dilakukan bussiness matching dengan pelaku industri pariwisata dan industri krearif lainnya,” tandasnya. (fer/r9)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: lombokpost.jawapos.com
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat