IHSG Turun ke 8.092,63: Sektor Keuangan dan Industri Anjlok, Siapa Paling Terpukul?

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 10:25 WIB
IHSG Turun ke 8.092,63: Sektor Keuangan dan Industri Anjlok, Siapa Paling Terpukul?

IHSG Ditutup Turun 0,30% ke 8.092,63, Sektor Keuangan dan Industri Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 28 Oktober 2025. IHSG terkoreksi 24,52 poin atau 0,30 persen ke level 8.092,63 setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di 8.151,34.

Perdagangan hari ini terjadi volume transaksi yang cukup tinggi, mencapai 29,23 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp19,71 triliun. Kapitalisasi pasar BEI tercatat di posisi Rp14.829 triliun.

Pergerakan Indeks dan Sektor Saham

Selain IHSG, indeks acuan lainnya juga mencatatkan pelemahan. LQ45 turun 0,23 persen ke 822,61, sementara indeks syariah ISSI terkoreksi 0,17 persen ke 282,77.

Dari sisi sektoral, performa bervariasi dengan sektor properti menjadi yang terbaik dengan kenaikan 3,40 persen. Sektor kesehatan dan teknologi juga menguat masing-masing 2,65 persen dan 2,28 persen.

Di sisi lain, sektor keuangan menjadi yang terburuk dengan penurunan 0,74 persen, disusul sektor industri yang melemah 0,99 persen.

Saham Top Gainers dan Top Losers

Beberapa saham unggulan yang menjadi top gainers hari ini antara lain:

  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 7,59 persen ke Rp1.275
  • PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) naik 7,52 persen ke Rp715
  • PT Bank Jago Tbk (ARTO) menguat 6,48 persen ke Rp2.300

Sementara saham-saham yang termasuk top losers adalah:

  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 8,12 persen ke Rp2.490
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melemah 4,51 persen ke Rp6.875
  • PT Astra International Tbk (ASII) turun 4,17 persen ke Rp6.325

Secara keseluruhan, 359 saham tercatat menguat, 324 saham melemah, dan 273 saham stagnan dalam perdagangan hari ini.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar