Target Ekonomi 8% Prabowo: Solusi Atasi Pengangguran & Genjot Lapangan Kerja Formal

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 01:25 WIB
Target Ekonomi 8% Prabowo: Solusi Atasi Pengangguran & Genjot Lapangan Kerja Formal

Dorongan Pertumbuhan Ekonomi 8%: Solusi Atasi Masalah Struktural Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan fundamental di balik target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Target ini merupakan respons terhadap stagnasi pertumbuhan ekonomi yang hanya berkisar 5 persen selama satu dekade terakhir.

Menurut Purbaya, pertumbuhan 5 persen terbukti tidak cukup untuk menyelesaikan masalah struktural dalam perekonomian Indonesia. Laju pertumbuhan potensial Indonesia sebenarnya jauh lebih tinggi dari angka tersebut tanpa memicu inflasi berlebihan.

Kegagalan Pertumbuhan 5 Persen

Pertumbuhan ekonomi 5 persen dinilai gagal karena tidak mampu menciptakan lapangan kerja formal yang layak dan menyejahterakan masyarakat. Penurunan angka pengangguran selama ini justru terjadi karena penyerapan tenaga kerja ke sektor informal yang masa depannya kurang terjamin.

"Kita enggak mau warga negara Indonesia kerja di informal. Kalau bisa semua kaya di sektor formal, jadi kita harus ciptakan pertumbuhan yang cepat," tegas Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta.

Mitos Inflasi dan Pertumbuhan Cepat

Purbaya meluruskan kekhawatiran mengenai pertumbuhan cepat yang memicu inflasi. Inflasi di Indonesia selama ini lebih disebabkan oleh biaya ekonomi tinggi (cost pull inflation), bukan karena pertumbuhan ekonomi yang mendongkrak permintaan (demand pull inflation).

"Demand pull inflation tidak akan terjadi ketika pertumbuhan ekonomi Anda di bawah laju pertumbuhan potensialnya," jelasnya.

Target Pertumbuhan Optimal 6,7 Persen

Batas minimal pertumbuhan potensial Indonesia yang efektif menyerap tenaga kerja secara optimal diperkirakan mencapai 6,7 persen. Pertumbuhan di level ini diperlukan untuk menyerap tenaga kerja baru langsung ke sektor formal.

"Jadi saya bukan bicara tenaga kerja yang kurang terjamin masa depan, kita ngomong yang sektor formal yang terjamin masa depannya," kata Purbaya.

Fokus Pemerintah: Lapangan Kerja Berkualitas

Pemerintah saat ini fokus menggerakkan semua instrumen kebijakan fiskal, moneter, dan swasta untuk mencapai pertumbuhan cepat. Tujuan utamanya adalah menciptakan lapangan kerja berkualitas sehingga daya beli dan pendapatan masyarakat meningkat.

"Jadi banyak tenaga kerja kita yang masih menganggur atau kerja pun di sektor informal bahkan sarjana loh banyak yang seperti itu. Justru kita harus tumbuh lebih cepat supaya kita semua bisa kaya bersama," tutup Purbaya.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar