IHSG Dibuka Naik Tipis ke 8.107, Berakhir di Zona Merah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu, 29 Oktober 2025, dibuka menguat tipis ke level 8.107. Namun, dalam pergerakan menit pertama, indeks hanya bertahan di posisi 8.094,37 atau menguat 0,02 persen sebelum akhirnya bergerak menuju zona merah.
Ringkasan Perdagangan Saham Pagi Ini
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.01 WIB, total frekuensi transaksi mencapai 72,44 ribu kali. Volume perdagangan tercatat sebesar 999,2 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp506,2 miliar. Secara keseluruhan, 284 saham mengalami penguatan, 174 saham melemah, dan 498 saham lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar BEI tercatat senilai Rp14.843 triliun.
Pergerakan Indeks Sektoral Bervariasi
Indeks sektoral menunjukkan kinerja yang beragam. Sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan 0,65 persen, diikuti sektor barang baku yang menguat 0,83 persen, dan sektor transportasi yang tumbuh 0,33 persen.
Di sisi lain, sektor properti menjadi penekan utama IHSG dengan pelemahan 1,53 persen. Sektor industri juga terkoreksi 0,68 persen, sementara sektor kesehatan turun 0,15 persen.
Top Gainers dan Top Losers Saham LQ45
Dari kelompok saham LQ45, emiten dengan kinerja terbaik atau top gainers antara lain:
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 3,23 persen ke Rp2.240
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 1,87 persen ke Rp2.730
- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) naik 1,85 persen ke Rp2.760
Saham dengan pelemahan terbesar atau top losers LQ45 antara lain:
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 1,96 persen ke Rp1.250
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melemah 1,57 persen ke Rp625
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkoreksi 1,30 persen ke Rp3.800
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat