5 BUMN dengan Dividen Saham Terbesar 2025: Daftar dan Urutannya
Investor saham BUMN patut mengetahui daftar perusahaan BUMN dengan dividen terbesar tahun 2025. Sepanjang tahun ini, berbagai emiten pelat merah telah membagikan keuntungan kepada pemegang saham dengan nominal yang menggiurkan.
Dari puluhan perusahaan BUMN yang tercatat di BEI, lima di antaranya menonjol dengan pembagian dividen terbesar untuk tahun buku 2024. Berikut adalah daftar lengkap 5 BUMN dengan dividen saham terbesar 2025 berdasarkan data terkini.
1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Bank Mandiri memimpin sebagai BUMN dengan dividen terbesar. Untuk tahun buku 2024, BMRI membagikan dividen senilai Rp466,18 per saham dengan dividen yield mencapai 10,34%. Pertumbuhan DPS mengalami kenaikan signifikan sebesar 31,71% dibanding tahun sebelumnya.
2. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
BNI menempati posisi kedua dengan dividen sebesar Rp374,06 per saham. Dividen yield BBNI mencapai 8,56% dengan pertumbuhan DPS tertinggi sebesar 33,36% year-on-year di antara semua BUMN.
3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
Sebagai bank BUMN dengan kapitalisasi pasar terbesar (Rp581,8 triliun), BRI membagikan dividen sebesar Rp343,40 per saham. Dividen yield-nya sebesar 8,92% dengan pertumbuhan DPS 7,65%.
4. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
Perusahaan tambang batu bara ini membagikan dividen sebesar Rp332,44 per saham dengan dividen yield tertinggi mencapai 14,15%. Meskipun demikian, pertumbuhan DPS mengalami penurunan 16,41% secara tahunan.
5. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
Anak usaha Pertamina ini menutup lima besar dengan dividen sebesar Rp182,08 per saham. PGAS menawarkan dividen yield 10,68% dengan pertumbuhan DPS yang cukup tinggi sebesar 22,77%.
Kesimpulan
Kelima BUMN tersebut konsisten membagikan dividen dengan nominal besar kepada investor. Bank Mandiri (BMRI) menjadi yang terbesar secara nominal, sementara Bukit Asam (PTBA) memberikan dividen yield tertinggi. Bagi investor yang mencari pendapatan rutin, kelima saham BUMN ini layak dipertimbangkan untuk portofolio investasi tahun 2025.
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat