IHSG Menguat 0,22% ke 8.184,06, Sektor Teknologi dan Energi Jadi Penggerak
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 30 Oktober 2025. IHSG menguat 17,84 poin atau 0,22 persen ke level 8.184,06.
Perdagangan saham hari ini diwarnai oleh dominasi saham penguat. Sebanyak 361 saham tercatat menguat, sementara 325 saham melemah, dan 269 saham lainnya stagnan. Volume transaksi mencapai 35,2 miliar saham dengan nilai perdagangan senilai Rp21,7 triliun.
Pergerakan Indeks Lainnya
Indeks LQ45 naik tipis 0,03 persen ke level 836,94. Sementara itu, Indeks IDX30 juga menguat 0,12 persen ke posisi 440,65. Di sisi lain, Indeks JII tercatat melemah 0,87 persen ke 567,84 dan Indeks MNC36 turun 0,25 persen ke 342,85.
Performa Sektoral Saham
Secara sektoral, performa pasar saham hari ini beragam. Sektor teknologi menjadi penyumbang penguatan terbesar dengan kenaikan 1,87 persen, diikuti oleh sektor energi yang naik 1,30 persen. Sektor keuangan juga menguat signifikan sebesar 1,14 persen, sementara industri naik 0,88 persen.
Beberapa sektor lainnya yang mencatatkan penguatan antara lain kesehatan (0,19%) dan konsumer siklikal (0,18%). Di sisi pelemah, sektor transportasi mengalami koreksi terdalam dengan penurunan 0,88 persen, disusul oleh sektor properti yang melemah 0,52 persen dan konsumer non-siklikal yang turun 0,48 persen.
Saham Top Gainers dan Top Losers
Pada perdagangan hari ini, saham PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) dan PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) menjadi saham dengan kinerja terbaik (top gainers), masing-masing naik 25 persen ke level Rp370 dan Rp875. Saham PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) juga mencatatkan kenaikan kuat sebesar 24,74 persen ke Rp474.
Sebaliknya, saham PT Martina Berto Tbk (MBTO) memimpin daftar saham pelemah (top losers) dengan penurunan 12,71 persen ke Rp206. Disusul oleh saham PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) yang turun 11,76 persen ke Rp60, dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang melemah 10,33 persen ke Rp2.430.
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat