PARADAPOS.COM - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) memuji hasil penyelidikan Bareskrim Polri yang menyatakan keaslian ijazah SMA hingga S1 Fakultas Kehutanan UGM.
Hasil penyelidikan tersebut diumumkan Bareskrim, Kamis (22/5) kemarin atas aduan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang menuding ijazah Jokowi palsu.
Jokowi mengatakan Bareskrim sangat detail dalam memaparkan hasil penyelidikan mereka.
"Membandingkan ijazah asli saya dengan ijazah asli teman-teman saya. Kemudian juga foto-foto waktu KKN, foto-foto waktu wisuda ada semua, foto-foto waktu naik ke gunung ada semua sebagai Mapala. Detail sekali," kata Jokowi saat ditemui di kediamannya, Jumat (23/5).
Tak hanya itu, Bareskrim juga menunjukkan pengumuman Jokowi diterima sebagai Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM di Koran Kedaulatan Rakyat.
Menurut Jokowi, hasil penyelidikan Bareskrim tersebut sudah cukup membuktikan keaslian ijazahnya.
"Ya memang asli. Ini kan lembaga yang diminta oleh pengadu. Ini kan aduan. Yang Bareskrim itu kan aduan," katanya.
Ia berharap semua pihak bisa menerima hasil penyelidikan tersebut.
"Ya terus siapa lagi yang mau (dijadikan rujukan)? Memang tugasnya Bareskrim kan melakukan investigasi itu. Ya nanti di sidang lah," ujarnya.
Jokowi menegaskan dirinya siap menghadapi sidang gugatan perdata yang dilayangkan sejumlah pihak di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta dan Sleman.
"Ya nanti di sidang lah," katanya.
Sebelumnya, Bareskrim Polri menyatakan ijazah milik Jokowi asli atau identitik berdasarkan hasil uji laborarotis yang disandingkan dengan bukti pembanding.
Berdasarkan gelar perkara, Bareskrim juga menyatakan tidak menemukan ada unsur pidana dalam aduan yang dilayangkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Dengan demikian, proses penyelidikan pun dihentikan.
"Telah dilaksanakan gelar perkara untuk memberikan kepastian hukum dengan hasil tidak ditemukan adanya tindak pidana," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro.
Sumber: CNN
Artikel Terkait
Video Lama Jokowi soal Anggaran Laptop Viral, Publik Desak Mantan Presiden Turut Diadili dalam Kasus Korupsi Chromebook Nadiem
ICW Laporkan Kepala BGN dan PT BKI ke KPK atas Dugaan Mark Up Anggaran Sertifikasi Halal Rp49,5 Miliar
Syekh Ahmad Al Misry Ditahan Otoritas Mesir Sehari Usai Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
Nadiem Makarim Sebut Jokowi Setujui Tim Shadow di Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook