Pangeran Andrew Resmi Dicabut Gelar Kerajaan: Babak Baru Kasus Jeffrey Epstein
Raja Charles III secara resmi mencabut seluruh gelar dan kehormatan Pangeran Andrew dalam keputusan bersejarah yang mengubah statusnya dari anggota kerajaan menjadi warga biasa. Andrew Mountbatten-Windsor, begitu ia kini harus dipanggil, kehilangan gelar "Pangeran" dan "Duke of York" setelah bukti baru mengungkap kebohongannya mengenai hubungan dengan Jeffrey Epstein.
Keputusan pencabutan gelar Pangeran Andrew ini diambil menyusul terbitnya memoar anumerta Virginia Giuffre yang memuat rincian baru pelecehan seksual. Meski Andrew terus membantah semua tuduhan, tekanan dari parlemen Inggris dan FBI Amerika Serikat semakin meningkat untuk memintanya memberikan keterangan.
Raja Charles menegaskan langkah ini "diperlukan demi menjaga kehormatan kerajaan" sekaligus menyampaikan simpati kepada para korban pelecehan. Tak lama setelah pengumuman resmi, nama Andrew langsung dihapus dari daftar kebangsawanan Inggris dan gelar Duke of York pun hilang dari catatan resmi.
Konsekuensi lain yang harus dihadapi Andrew adalah perintah untuk meninggalkan Royal Lodge, rumah mewah berisi 30 kamar tidur yang selama ini ia tempati. Keluarga Giuffre menyambut langkah Raja sebagai kemenangan moral namun menegaskan bahwa pencabutan gelar belum cukup. "Dia harus menjawab di pengadilan, bukan hanya kehilangan gelarnya," tegas keluarga Giuffre.
Tekanan terhadap Andrew terus berlanjut dari anggota parlemen Inggris yang memintanya diperiksa terkait kesepakatan sewa murah dengan Crown Estate serta keterlibatannya dalam jaringan Epstein. Menteri Perdagangan Chris Bryant menegaskan, "Sekarang dia warga biasa. Jika diminta datang oleh Senat AS atau parlemen, ia harus patuh."
Pencabutan gelar seorang pangeran Inggris merupakan peristiwa sangat langka yang terakhir kali terjadi pada 1919. Kasus Andrew kini dianggap sebagai krisis terbesar dalam keluarga kerajaan Inggris sejak Raja Edward VIII turun takhta pada 1936.
Artikel Terkait
Video Netanyahu Dituding Deepfake, Ahli Sebut Cincin Hilang Hanya Ilusi Optik
Netanyahu Unggah Video untuk Bantah Rumor Kematian dan Konten AI
Iran Luncurkan Rudal Balistik Canggih Sejjil dalam Serangan Balasan ke Israel
Netanyahu Tampil di Video untuk Bantah Rumor Meninggal, Malah Dituding Deepfake