Respons atas Peringatan AS dan Ancaman bagi Stabilitas Kawasan
Tindakan preventif ini diambil setelah Amerika Serikat memerintahkan sekutunya di Teluk bersiap menghadapi potensi konflik. Peringatan Washington menimbulkan kegelisahan mendalam terkait perlindungan infrastruktur energi dan keamanan kedaulatan negara-negara Teluk, serta kekhawatiran akan serangan nyasar.
Arab Saudi, Oman, dan Qatar telah menyatakan dengan tegas kepada AS bahwa upaya untuk merobohkan pemerintahan Iran hanya akan menyebabkan guncangan ekstrem pada pasar minyak dunia. Kondisi ini diprediksi menjadi bumerang bagi perekonomian AS sendiri, yang dipicu lonjakan harga komoditas dan inflasi global.
Posisi Netral Arab Saudi dan Peringatan Soal Perubahan Rezim
Arab Saudi telah mempertegas posisi diplomatiknya kepada Teheran bahwa Riyadh akan bersikap netral jika konflik pecah. Secara resmi, Arab Saudi menyatakan tidak akan mengizinkan militer AS menggunakan wilayah udaranya sebagai jalur serangan ke Iran.
Blok negara Teluk juga melayangkan peringatan keras kepada Washington agar tidak memaksakan agenda penggulingan kekuasaan atau perubahan rezim di Teheran. Strategi tersebut dinilai sangat berisiko, dapat merusak stabilitas kawasan secara permanen, dan memicu perang berkepanjangan yang mustahil dikendalikan.
Artikel Terkait
India Desak 10.765 Warganya Segera Tinggalkan Iran, Ini Penyebab & Imbauannya
Kapal Induk AS Bergerak ke Timur Tengah: Serangan ke Iran dalam Hitungan Jam?
Ancaman Serangan Militer AS ke Iran dalam 24 Jam: Analisis Lengkap Krisis 2024
Yoon Suk Yeol Dituntut Hukuman Mati: Kronologi Lengkap & Fakta Terbaru 2024