Dinkes Cirebon Siagakan 20 Pos Kesehatan 24 Jam untuk Mudik Lebaran 2026

- Rabu, 11 Maret 2026 | 12:00 WIB
Dinkes Cirebon Siagakan 20 Pos Kesehatan 24 Jam untuk Mudik Lebaran 2026

PARADAPOS.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon telah menyiagakan 20 pos pelayanan kesehatan di sepanjang jalur mudik untuk memberikan layanan medis kepada para pemudik selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pos-pos yang ditempatkan di jalur tol dan arteri Pantura ini akan beroperasi penuh selama 24 jam, didukung oleh ribuan tenaga kesehatan, guna mengantisipasi kebutuhan darurat dan memastikan kelancaran perjalanan warga.

Siaga di Titik Rawan Lalu Lintas

Menyikapi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi akan memadati jalan utama, pemasangan posko kesehatan dilakukan secara strategis. Sebanyak 11 titik dipilih di sepanjang jalur Pantura yang terkenal padat, mencakup lokasi-lokasi seperti Bunder, Junjang, Kedawung, hingga Losari. Sementara itu, empat pos lainnya ditempatkan di area istirahat (rest area) jalur tol untuk menjangkau pemudik yang menggunakan jalan bebas hambatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, menegaskan kesiapan ini. "Kami mendirikan posko kesehatan, sekaligus menyiagakan tenaga medis di sejumlah titik yang dilalui pemudik," jelasnya.

Dukungan Logistik dan Tenaga Skala Besar

Operasi kesehatan selama mudik ini tidak hanya mengandalkan posko darurat. Untuk mendukung kelancarannya, Dinkes Kabupaten Cirebon mengerahkan sumber daya manusia dalam jumlah signifikan. Sekitar 3.000 tenaga kesehatan, yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan tenaga pendukung lainnya, telah disiapkan untuk bertugas secara bergiliran.

Mereka akan bekerja dalam sistem tiga shift agar layanan dapat berjalan tanpa henti. "Kami menempatkan empat pos yang berada di jalur tol, yakni di rest area KM 207 A, KM 208 B, KM 228 A, dan KM 229 B," tambah Eni Suhaeni, merinci persebaran layanan di ruas tol.

Jaringan Rujukan yang Komprehensif

Layanan di posko mudik dirancang sebagai garis terdepan. Jika ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, sistem rujukan yang solid telah disiapkan. Seluruh fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Cirebon, mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga klinik swasta, telah diikutsertakan dalam siaga mudik ini.

Hal ini dimaksudkan untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat jika terjadi keadaan darurat. "Dukungan pelayanan kesehatan juga melibatkan 60 puskesmas, 13 rumah sakit, serta 85 klinik pratama, dan 25 klinik utama, di Kabupaten Cirebon yang siap membantu penanganan jika terjadi kondisi darurat kesehatan selama masa mudik Lebaran," ungkapnya.

Mengikuti Kalender Nasional

Kesiapan operasional ini mengacu pada timeline nasional. Pelayanan di posko-posko kesehatan tersebut direncanakan berlangsung dari 14 Maret hingga 29 Maret 2026, sesuai dengan surat edaran Kementerian Kesehatan dan berkoordinasi dengan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya oleh kepolisian. Langkah ini menunjukkan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah daerah dengan instruksi pusat, menciptakan sebuah jaringan pengaman kesehatan yang terintegrasi selama momen tahunan yang sangat dinamis ini.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar