PARADAPOS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah ternyata tak hanya menyasar peningkatan gizi anak sekolah. Di lapangan, inisiatif ini juga menjadi stimulus ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di Sukoharjo, Jawa Tengah, sebuah pabrik roti rumahan menjadi bukti konkret bagaimana program sosial mampu mendorong perluasan usaha dan penciptaan lapangan kerja bagi warga sekitar.
Dampak Nyata bagi Usaha Rumahan
Pabrik Roti dan Kue Permata yang berlokasi di Desa Combongan, Sukoharjo, mengalami transformasi signifikan sejak terlibat dalam program MBG. Meningkatnya permintaan untuk memenuhi kebutuhan gizi sekolah mendorong unit usaha ini untuk meningkatkan kapasitas produksi. Yang lebih menggembirakan, ekspansi ini berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat setempat, di mana warga sekitar kini dilibatkan dalam berbagai tahapan, mulai dari produksi hingga pengemasan.
Niko, pemilik usaha, mengakui bahwa kehadiran program ini seperti angin segar bagi bisnisnya di tengah tantangan ekonomi. Ia melihat peluang ini tidak hanya dari sisi komersial, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
“Program ini sangat membantu sekali. Kami bisa memperkerjakan saudara-saudara kami untuk membantu produksi,” tuturnya saat ditemui di kediamannya, Rabu, 11 Maret 2026.
Membuka Akses Kerja bagi Berbagai Kalangan
Dampak paling terlihat adalah terbukanya lapangan pekerjaan. Saat ini, usaha tersebut telah menyerap sedikitnya 10 karyawan tetap. Tidak berhenti di situ, untuk mengantisipasi fluktuasi order, manajemen juga kerap merekrut tenaga kerja lepas. Fenomena ini menunjukkan elastisitas usaha mikro dalam merespons permintaan pasar.
Yang patut dicatat, peluang kerja yang tercipta ini menjadi solusi bagi kelompok yang seringkali kesulitan mengakses pekerjaan di industri besar. Mulai dari pekerja usia produktif yang terdampak PHK, hingga masyarakat lanjut usia yang masih memiliki semangat untuk berkontribusi secara ekonomi, menemukan ruang di sini. Dengan kata lain, program ini menciptakan efek berantai yang inklusif.
Dampak Ganda: Ekonomi dan Sosial
Manfaat program MBG, menurut pengamatan Niko, bersifat multidimensi. Di satu sisi, ia meringankan beban pengeluaran rumah tangga orang tua siswa karena kebutuhan nutrisi anak di sekolah telah terjamin. Di sisi lain, dari perspektif pelaku usaha, program pemerintah ini memberikan kepastian pasar yang mendorong keberanian untuk berinvestasi dan berkembang.
Apresiasi atas dampak ganda ini pun diungkapkan langsung oleh pelaku usaha. Niko menyoroti pentingnya konsistensi kebijakan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Prabowo yang sudah menghadirkan program ini. Program ini bukan hanya membantu anak-anak sekolah mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga membantu usaha kecil seperti kami berkembang dan membuka lapangan pekerjaan,” jelasnya.
Harapan untuk Keberlanjutan
Kisah dari Sukoharjo ini menjadi contoh mikro bagaimana kebijakan publik yang tepat sasaran dapat memicu gelombang positif di tingkat akar rumput. Keberhasilan Pabrik Roti dan Kue Permata menginspirasi pelaku UMKM lain di daerah. Harapan mereka sederhana: program yang telah membawa perubahan nyata ini dapat terus berjalan. Dengan demikian, upaya meningkatkan kualitas gizi generasi penerus bisa selaras dengan penguatan ekonomi kerakyatan, menciptakan fondasi pembangunan yang lebih kokoh dan merata dari desa.
Artikel Terkait
Komunitas Parkour Jakarta Wadahi Latihan Lintas Generasi di Tengah Minimnya Fasilitas
PKS Dukung Usulan KPK Batasi Masa Jabatan Ketua Umum Partai Maksimal Dua Periode
Sendang Sreto di Lamongan Bertransformasi dari Sumber Irigasi Jadi Destinasi Wisata Andalan Desa
BWF Resmi Ubah Sistem Skor Jadi 15 Poin per Gim Mulai 2027