PARADAPOS.COM - Kekhawatiran atas krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) telah memicu antrean panjang dan panic buying di sejumlah SPBU di Hanoi, Vietnam. Situasi ini muncul sebagai dampak tidak langsung dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang mengancam jalur distribusi minyak global dan mendorong lonjakan harga komoditas energi.
Ancaman Gangguan Pasokan dari Selat Hormuz
Ketegangan di kawasan Teluk Persia semakin memanas setelah Garda Revolusi Iran, atau Islamic Revolutionary Guard Corps, mengeluarkan larangan ekspor minyak ke negara-negara mitra Amerika Serikat dan Israel. Kebijakan ini diberlakukan sebagai bagian dari konflik yang sedang berlangsung. Sejak akhir Februari lalu, lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz—jalur laut vital bagi pengiriman minyak dari Timur Tengah—dilaporkan mengalami gangguan. Ancaman untuk sepenuhnya menutup ekspor minyak melalui selat tersebut semakin menambah ketidakpastian di pasar energi dunia.
Dampak Langsung Terhadap Vietnam
Gelombang efeknya pun sampai ke Asia Tenggara. Di Hanoi, ibu kota Vietnam, masyarakat berbondong-bondong memenuhi SPBU untuk mengisi tangki kendaraan mereka. Antrean kendaraan bermotor yang panjang terlihat di berbagai lokasi, sementara beberapa pom bensin terpaksa menutup operasi karena stok bahan bakar telah habis. Kenaikan harga BBM yang signifikan dalam beberapa hari terakhir memperparah situasi, dengan harga per liternya mencapai sekitar 29.120 dong Vietnam.
Merespons kelangkaan ini, setidaknya tujuh stasiun pengisian di Hanoi telah memberlakukan pembatasan penjualan. Pemerintah Vietnam pun mengambil langkah cepat untuk menangani krisis ini.
Langkah Darurat Pemerintah Vietnam
Dalam upaya mengamankan pasokan, Perdana Menteri Phạm Minh Chính telah melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin negara penghasil minyak di Timur Tengah.
"Kami telah menghubungi rekan-rekan di Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab untuk mengamankan tambahan pasokan bahan bakar dan minyak mentah," ungkapnya, seperti dilansir dari Associated Press Television News.
Selain upaya diplomatik itu, pemerintah juga mengimbau perusahaan-perusahaan untuk mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah bagi karyawannya. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi mobilitas masyarakat dan membantu menghemat konsumsi BBM nasional sambil menunggu stabilisasi pasokan.
Artikel Terkait
Iran Peringatkan Inggris Jangan Bantu Serangan Militer AS ke Wilayahnya
Serangan Rudal Iran Tewaskan 3 Tentara AS di Yordania, Sistem Pertahanan Udara Gagal Cegat
Serangan AS ke Iran Tewaskan 53 Orang, Gencatan Senjata Runtuh
Presiden Iran Deklarasikan Perang Skala Penuh Lawan AS, Harga Minyak Meroket Akibat Blokade Selat Hormuz