Dubes AS untuk Israel Dukung Klaim Teritorial Israel Berdasarkan Alkitab, Picu Kecaman

- Senin, 23 Februari 2026 | 00:00 WIB
Dubes AS untuk Israel Dukung Klaim Teritorial Israel Berdasarkan Alkitab, Picu Kecaman

PARADAPOS.COM - Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, memicu kontroversi dan kecaman dari negara-negara Arab setelah menyatakan dukungannya terhadap klaim teritorial Israel yang didasarkan pada narasi Alkitab. Dalam sebuah wawancara dengan Tucker Carlson, Huckabee menyiratkan bahwa Israel berhak menguasai wilayah yang membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat—sebuah area yang mencakup beberapa negara dan wilayah Palestina yang diduduki. Pernyataan ini mengangkat kembali wacana "Israel Raya" yang kerap dikaitkan dengan kelompok Zionis tertentu.

Wawancara yang Memicu Debat

Percakapan panas itu terjadi dalam acara "The Tucker Carlson Show" pada hari Jumat. Carlson, dengan sengaja, mengajak Huckabee—seorang pendeta Baptis dan Zionis yang vokal—untuk memperjelas batas-batas tanah yang ia yakini dijanjikan Tuhan kepada bangsa Yahudi menurut kitab Kejadian.

“Tanah mana yang Anda bicarakan? Karena saya baru saja membaca Kejadian 15 [dalam Alkitab] seperti yang telah saya lakukan berkali-kali, dan tanah itu, saya pikir dikatakan dari Nil sampai Efrat, yang sekali lagi, pada dasarnya adalah seluruh Timur Tengah,” ujar Carlson, mengutip laporan Middle East Eye.

“Apa maksudnya? Apakah Israel berhak atas tanah itu? Karena Anda merujuk pada Kitab Kejadian, Anda mengatakan itu adalah akta kepemilikan asli,” lanjut Carlson menekan.

Huckabee pun menjawab dengan singkat, “Tidak masalah jika mereka mengambil semuanya.” Namun, ia kemudian berusaha meredakan dengan menambahkan, “Tapi saya rasa bukan itu yang kita bicarakan hari ini.”

Carlson langsung menangkis, “Nah, justru itulah yang kita bicarakan hari ini. Saya rasa itu tidak akan baik-baik saja.”

Di bawah tekanan, Huckabee kemudian mencoba mengklarifikasi, “Mereka (Israel) tidak meminta untuk kembali dan mengambil semuanya, tetapi setidaknya mereka meminta untuk mengambil tanah yang sekarang mereka tempati, yang sekarang mereka tinggali.”

Latar Belakang Ketegangan

Wawancara ini bukanlah yang pertama kali menyorot perbedaan pendapat tajam antara Carlson dan Huckabee. Awal bulan ini, Carlson telah mewawancarai umat Kristen Palestina dan Yordania yang hidup di bawah pemerintahan Israel, sebuah episode yang ia selingi dengan kritik bahwa Huckabee dinilai abai terhadap perlakuan terhadap komunitas Kristen non-Yahudi di wilayah tersebut.

Pandangan Huckabee sendiri mengenai solusi dua negara juga telah bergeser. Pada Juni lalu, ia menyatakan kepada Bloomberg News bahwa pembentukan negara Palestina di Tepi Barat yang diduduki bukan lagi tujuan kebijakan AS, dan justru menyarankan agar negara-negara Muslim tetangga yang menyerahkan sebagian tanah mereka untuk itu.

Merespons episode wawancara dengan umat Kristen Arab tersebut, Carlson dengan tegas menyatakan, “Apa yang dikata Duta Besar Huckabee memalukan, dan dia harus bertanggung jawab atas hal itu.”

Dari Debat ke Insiden Keamanan

Ketegangan di studio kemudian berlanjut ke dunia nyata. Setelah episode itu tayang, Huckabee menantang Carlson untuk berdebat langsung melalui platform X. Carlson menerima tantangan itu dan terbang ke Israel untuk mewawancarai sang duta besar.

Namun, usai wawancara berlangsung, Carlson melaporkan sebuah insiden yang ia alami di bandara. Kepada Daily Mail, ia mengungkapkan bahwa dirinya dan timnya sempat ditahan oleh petugas keamanan Israel.

“Orang-orang yang mengaku sebagai petugas keamanan bandara mengambil paspor kami, menyeret produser eksekutif kami ke ruangan samping, dan kemudian menuntut untuk mengetahui apa yang kami bicarakan dengan Duta Besar Huckabee,” tutur Carlson. “Itu aneh. Kami sekarang berada di luar negeri.”

Dalam rekaman wawancara penuh yang dirilis kemudian, Carlson juga menyayangkan bahwa Huckabee tidak pernah menanyakan pengalamannya yang tidak mengenakkan di bandara tersebut. Insiden ini memicu komentarnya yang lebih luas tentang hubungan AS-Israel.

“Jika Anda seorang warga Amerika di Israel, Anda dapat yakin bahwa pemerintah Anda akan memihak pemerintah Israel dan bukan pihak Anda,” ujarnya dengan nada kecewa. “Dan apakah itu benar-benar berbeda dari pengalaman warga Amerika di Amerika Serikat? Dapatkah Anda yakin bahwa pemerintah Anda akan memihak Anda daripada pemerintah Israel? Tidak, tentu saja tidak. Mereka akan selalu memihak pemerintah Israel daripada pemerintah Anda.”

Pernyataan Huckabee dan rangkaian peristiwa setelahnya ini kembali menggarisbawahi kompleksitas dan sensitivitas politik di Timur Tengah, di mana narasi agama, klaim historis, dan kepentingan geopolitik saling bertautan, seringkali dengan konsekuensi yang langsung terasa.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar