PARADAPOS.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Widiyanti Putri Wardhana menjadi sorotan setelah video rapatnya dengan Komisi X DPR RI viral di media sosial. Dalam rapat yang digelar pada Senin (8/4/2026) itu, Widiyanti tampak kesulitan menjelaskan rincian dan alokasi anggaran kementeriannya, khususnya terkait pos tugas pembantuan dan pemasaran, di hadapan para anggota dewan.
Momen Kebingungan Saat Paparan Anggaran
Potongan video yang beredar luas menunjukkan Menparekraf Widiyanti terlihat ragu dan beberapa kali melakukan koreksi diri saat menyebutkan angka-angka anggaran. Suasana rapat yang seharusnya formal pun sempat diwarnai keheningan canggung.
“Seratus dua dengan empat puluh delapan total menjadi dua ratus lima belas miliar. Bukan, yang tadi transfer ke daerah itu berapa tadi? Lima koma tujuh ya?” ucapnya saat itu.
Pertanyaan Kritis dari Anggota DPR
Kebingungan tersebut memicu pertanyaan kritis dari anggota Komisi X, Saleh Daulay, yang meminta kejelasan lebih lanjut mengenai program yang dibiayai oleh anggaran tersebut. Interogasi singkat ini semakin menyoroti ketidakpastian dalam paparan tersebut.
“Itu programnya pemasaran atau programnya kementerian?” tanya Saleh Daulay.
Setelah terdiam sejenak dan berpaling kepada stafnya, Widiyanti akhirnya menjawab, “Pemasaran.”
Penegasan Soal Akurasi Data Keuangan Negara
Menanggapi jawaban yang dinilai belum memuaskan itu, Saleh Daulay memberikan penegasan keras. Dalam forum resmi yang membahas keuangan negara, ia menekankan bahwa semua data yang disampaikan harus akurat dan eksak, bukan sekadar perkiraan.
“Anda ini kalau bicara anggaran bilang sekitar sama saya nggak bisa. Ini harus eksak,” tegasnya dengan nada serius.
Respons Publik dan Sorotan Netizen
Momen yang terekam oleh TV Parlemen itu dengan cepat membanjiri berbagai platform media sosial, memicu gelombang komentar dari publik. Banyak netizen yang menyayangkan kejadian tersebut, menganggapnya sebagai bentuk ketidaksiapan dalam menghadapi forum akuntabilitas publik yang sangat penting.
Kritik yang muncul umumnya berpusat pada ekspektasi bahwa seorang menteri, sebagai pimpinan tertinggi di kementeriannya, harus menguasai detil anggaran secara komprehensif, terutama saat berhadapan dengan DPR. Para pengguna media sosial menilai, pembahasan anggaran yang melibatkan dana negara dalam jumlah besar menuntut tingkat kesiapan dan presisi yang tinggi.
Refleksi atas Kesiapan di Forum Publik
Insiden ini, di luar kontroversi yang ditimbulkannya, menyisakan catatan penting mengenai tata kelola pemerintahan. Kejadian tersebut mengingatkan betapa krusialnya kesiapan materi, penguasaan data, dan akurasi informasi ketika seorang pejabat negara menyampaikan laporan di depan dewan perwakilan rakyat. Forum semacam itu bukan hanya ritual prosedural, melainkan inti dari mekanisme check and balance, di mana setiap rupiah anggaran negara harus dipertanggungjawabkan dengan transparan dan jelas.
Artikel Terkait
Tiga Anggota Polisi Jambi Diberi Sanksi Etik karena Biarkan Aksi Pemerkosaan
Menteri Amran Sebut Pengkritik Program Makan Bergizi Gratis Tak Pernah Merasakan Miskin
Teknologi AI Ubah Gambar Statis Jadi Video Animasi dalam Hitungan Menit
Api.co.id Catat 2 Juta Hits dalam Dua Bulan, Luncurkan WhatsApp API Berlisensi Meta