PARADAPOS.COM - Serangan militer yang dilancarkan Israel terhadap target-target di Iran pada Sabtu (28/2/2026) menimbulkan korban jiwa sipil yang signifikan. Laporan resmi dari kantor berita pemerintah Iran, IRNA, menyebutkan sedikitnya 40 orang tewas setelah sebuah sekolah khusus perempuan di Provinsi Hormozgan, Iran selatan, turut menjadi sasaran. Insiden ini memperkeruh ketegangan regional yang sudah memanas, di tengah serangan balasan yang juga diluncurkan oleh Iran.
Korban Jiwa di Sekolah Perempuan
Ledakan yang menghantam fasilitas pendidikan tersebut awalnya dilaporkan menewaskan 24 orang. Namun, angka korban terus bertambah seiring proses evakuasi dan identifikasi di lokasi kejadian. Hingga berita ini dirangkum, jumlah korban tewas tercatat mencapai 40 jiwa. Serangan terhadap bangunan sipil, apalagi yang berfungsi sebagai sekolah, telah memicu sorotan dan keprihatinan internasional mengenai eskalasi konflik ini.
Eskalasi Serangan dan Target Lainnya
Serangan besar-besaran yang diklaim sebagai aksi gabungan Amerika Serikat dan Israel itu tidak hanya berpusat di selatan. Sasaran lain yang dilaporkan terkena adalah kompleks tempat tinggal Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang terletak di jantung ibu kota Teheran. Gelombang serangan ini menandai peningkatan tensi yang dramatis dalam hubungan antar negara tersebut.
Merespons aksi tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tak tinggal diam. Mereka membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke arah Israel. Tidak hanya itu, pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah juga menjadi target operasi balasan Iran.
Pernyataan Politik di Tengah Konflik
Di tengah gejolak militer, pernyataan politik dari pemimpin dunia juga ikut mewarnai situasi. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan seruan langsung yang kontroversial kepada publik Iran.
"Saya menyerukan kepada rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahannya sendiri," ucapnya, dalam pernyataan yang dikutip dari laporan-laporan media internasional.
Eskalasi yang terjadi memperlihatkan betapa rapuhnya situasi keamanan di kawasan. Korban jiwa di kalangan sipil, termasuk di lingkungan pendidikan, menjadi catatan kelam yang menggarisbawahi dampak humaniter dari konflik bersenjata tingkat tinggi. Perkembangan situasi masih terus dipantau oleh berbagai pihak, menunggu respons dan langkah selanjutnya dari aktor-aktor utama yang terlibat.
Artikel Terkait
Iran Serang Pangkalan AS di Bahrain dan Picu Peringatan di Sejumlah Negara Teluk
AS dan Israel Lancarkan Serangan Udara dan Laut ke Sasaran di Iran
Ledakan dan Serangan Rudal Guncang Pusat Kota Teheran
Pakistan Lancarkan Serangan Udara ke Kabul dan Provinsi Perbatasan Afghanistan