UEA Tutup Kedutaan di Teheran Usai Serangan Rudal dan Drone Iran

- Senin, 02 Maret 2026 | 00:50 WIB
UEA Tutup Kedutaan di Teheran Usai Serangan Rudal dan Drone Iran

PARADAPOS.COM - Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi menutup kedutaan besarnya di Teheran dan menarik seluruh staf diplomatiknya sebagai respons atas serangan rudal dan drone skala besar yang dilancarkan Iran. Keputusan drastis ini diambil menyusul rentetan serangan sejak Sabtu, 28 Februari 2026, yang menewaskan tiga warga negara asing, melukai puluhan lainnya, serta menyebabkan kerusakan di sejumlah lokasi strategis, termasuk Abu Dhabi dan Dubai.

Pernyataan Resmi dan Penarikan Diplomat

Langkah penutupan kedutaan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri UEA. Pemerintah di Abu Dhabi mengecam keras serangan Iran, yang mereka nilai telah melanggar kedaulatan negara dan norma hukum internasional.

“Serangan bermusuhan terhadap lokasi sipil, termasuk kawasan permukiman, bandara, dan pelabuhan, merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan nasional serta hukum internasional dan Piagam PBB,” tegas pemerintah UEA, seperti dikutip dari media setempat, Senin (2/3/2026).

Dampak Serangan di Lapangan

Gelombang serangan tersebut meninggalkan jejak kerusakan yang nyata. Di Abu Dhabi, dua drone menghantam Pangkalan Angkatan Laut Al Salam dan memicu kebakaran. Puing-puing drone yang berhasil dicegat jatuh di kawasan Etihad Towers, melukai seorang perempuan dan anaknya. Sementara di Dubai, dua orang terluka akibat puing yang berjatuhan. Kebakaran juga dilaporkan terjadi di dermaga Pelabuhan Jebel Ali, dengan api sempat terlihat di bagian fasad hotel ikonik Burj Al Arab.

Menurut data resmi Kementerian Pertahanan UEA, sistem pertahanan udara mereka telah bekerja keras mencegat 165 rudal balistik, dua rudal jelajah, serta 541 drone sejak Sabtu. Sebanyak 152 rudal balistik dan 506 drone diklaim berhasil dihancurkan, meski sisanya masih berhasil menyebabkan kerusakan di beberapa titik.

Korban Jiwa dan Respons Darurat

Korban jiwa dalam insiden ini berasal dari warga negara asing yang bekerja di UEA. Tercatat tiga orang meninggal dunia, masing-masing berkewarganegaraan Pakistan, Nepal, dan Bangladesh. Sedikitnya 58 orang dari berbagai kewarganegaraan lainnya mengalami luka-luka.

Menghadapi situasi ini, Badan Penanggulangan Krisis dan Bencana Nasional memastikan situasi keamanan tetap terkendali, namun mengimbau warga untuk waspada dan menjauhi puing atau benda mencurigakan. Kementerian Dalam Negeri UEA juga menyatakan telah menaikkan tingkat kesiapsiagaan ke level tertinggi.

Latar Belakang Eskalasi Ketegangan

Eskalasi militer yang memicu krisis diplomatik ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Serangan Iran ke UEA dipandang sebagai bagian dari gelombang balasan yang lebih luas, yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran dalam beberapa waktu terakhir. Ancaman dan serangan balasan ini telah semakin memanaskan suhu politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah, dengan konsekuensi yang langsung dirasakan oleh penduduk sipil dan stabilitas diplomatik.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar