Warga Jember Terpaksa Seberangi Sungai Pakai Rakit Bambu Usai Jembatan Putus

- Sabtu, 18 April 2026 | 19:00 WIB
Warga Jember Terpaksa Seberangi Sungai Pakai Rakit Bambu Usai Jembatan Putus

PARADAPOS.COM - Warga Desa Jubung di Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terpaksa berjuang menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu yang berisiko tinggi. Kondisi ini terjadi setelah jembatan penghubung antarkecamatan putus diterjang banjir, mengisolasi aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas para pelajar. Menanggapi situasi darurat ini, sekelompok pemuda pecinta alam turun tangan memberikan bantuan berupa perahu karet yang lebih aman sebagai solusi sementara.

Dampak Putusnya Jembatan terhadap Warga

Sejak jembatan itu hilang, denyut kehidupan warga Desa Jubung seolah terhenti. Setiap hari, baik orang dewasa maupun anak-anak sekolah, harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberang di atas rakit bambu yang seadanya. Arus sungai yang kerap tidak bisa diprediksi menambah tingkat bahaya dari rutinitas yang tak terelakkan ini. Bagi para siswa, perjalanan menuju tempat menimba ilmu pun berubah menjadi petualangan yang penuh kecemasan.

Kepedulian yang Dituangkan dalam Aksi Nyata

Melihat kesulitan dan risiko yang dihadapi masyarakat, terutama anak-anak, sekumpulan relawan dari kalangan pecinta alam tergerak untuk bertindak. Mereka menghadirkan perahu karet sebagai alat penyeberangan alternatif yang jauh lebih terjamin keamanannya. Tidak hanya menyediakan perahu, mereka juga melengkapinya dengan pelampung dan helm keselamatan untuk meminimalisir potensi kecelakaan.

“Kehadiran perahu karet bukan sekadar alat penyeberangan, tetapi menjadi simbol kepedulian dan gotong royong di tengah keterbatasan,” jelas salah seorang relawan yang terlibat dalam aksi sosial tersebut.

Harapan untuk Solusi Permanen

Meski bantuan perahu karet ini sangat berarti dan telah meringankan beban warga, solusi ini sifatnya hanya sementara. Warga Jubung masih menantikan perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah setempat. Harapan terbesar mereka adalah agar jembatan permanen segera dibangun kembali. Dengan adanya infrastruktur yang layak, aktivitas ekonomi dan sosial, termasuk kegiatan belajar mengajar, dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan dan ancaman bagi keselamatan.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar