China Evakuasi Warga dari Iran via Azerbaijan, Gelombang Pertama Tiba di Baku

- Senin, 02 Maret 2026 | 03:25 WIB
China Evakuasi Warga dari Iran via Azerbaijan, Gelombang Pertama Tiba di Baku

PARADAPOS.COM - Pemerintah China telah memulai operasi evakuasi warga negaranya dari Iran, menyusul eskalasi ketegangan dan memburuknya situasi keamanan di kawasan tersebut. Gelombang pertama evakuasi, yang melibatkan 18 warga, telah berhasil menyeberangi perbatasan darat menuju Azerbaijan pada Minggu malam, 2 Maret 2026, sebagai langkah antisipatif untuk menjamin keselamatan.

Rincian Operasi Gelombang Pertama

Menurut laporan media Global Times, kedelapan belas warga negara China tersebut telah melintasi Pos Perbatasan Astara yang menghubungkan Iran dengan Azerbaijan. Saat ini, mereka sedang dalam perjalanan menggunakan bus menuju ibu kota Azerbaijan, Baku. Operasi darat ini dinilai sebagai opsi yang paling cepat dan relatif aman mengingat dinamika keamanan yang fluktuatif.

Koordinasi dengan Diaspora Lokal

Informasi perkembangan evakuasi ini dikonfirmasi oleh Bao Lijun, Presiden Asosiasi Tionghoa Perantauan Azerbaijan. Dalam komunikasinya dengan media, Bao memberikan gambaran mengenai timeline operasi yang berlangsung pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 waktu setempat.

"Dalam waktu sekitar empat jam setelah keberangkatan gelombang pertama, sekitar 50 warga negara China lainnya juga dijadwalkan menyusul dievakuasi melalui jalur darat yang sama menuju Baku," ungkapnya.

Dukungan Logistik dan Diplomatik

Operasi kemanusiaan ini diorganisir secara langsung oleh Kedutaan Besar China di Azerbaijan, yang bekerja sama erat dengan Asosiasi Tionghoa Perantauan setempat. Kolaborasi ini memungkinkan koordinasi logistik yang lebih lancar di lapangan, memastikan perjalanan warga yang dievakuasi dapat berlangsung dengan tertib.

Pemantauan situasi terus dilakukan secara ketat oleh pihak berwenang. Evakuasi akan dilanjutkan secara bertahap, dengan skala dan kecepatan yang disesuaikan dengan kondisi keamanan aktual di Iran. Langkah ini mencerminkan prosedur standar protokol perlindungan warga negara di luar negeri yang diterapkan oleh banyak negara ketika menghadapi krisis.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar