PARADAPOS.COM - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menghadiri acara Gelar Griya atau open house Idulfitri 1447 Hijriah di Istana Negara, Jakarta, pada Sabtu, 21 Maret 2026. Kedatangannya disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara yang juga dihadiri ribuan masyarakat tersebut. Kehadiran SBY menandai eratnya silaturahmi antar pemimpin bangsa dalam tradisi tahunan ini.
SBY Disambut Langsung oleh Presiden Prabowo
Suasana hangat terlihat di Istana Negara ketika Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan mantan atasannya, Susilo Bambang Yudhoyono, beserta keluarga. Momen pertemuan dua pemimpin dari periode berbeda ini menjadi salah satu sorotan utama dalam gelaran hari raya tersebut. Kehadiran SBY bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari tradisi menjalin hubungan baik antar sesama mantan dan petahana kepala negara.
Akun Instagram resmi kepresidenan @presidenrepublikindonesia mengabadikan dan memberitakan momen tersebut.
"Dalam rangka Gelar Griya Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah hari ini, Presiden menerima kedatangan Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, beserta keluarga sebagai bentuk eratnya silaturahmi antar pemimpin bangsa," tulis akun tersebut.
Konfirmasi Kehadiran dan Antusiasme Masyarakat
Sebelum acara digelar, rencana kehadiran SBY dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) telah dikonfirmasi oleh pihak istana. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan kabar tersebut, sekaligus memberikan gambaran tentang animo masyarakat yang sangat tinggi.
"Iya, ada informasi tadi baru saja kami terima kehadiran bapak Presiden SBY dan bapak Presiden Jokowi," jelas Prasetyo Hadi.
Ia memperkirakan jumlah warga yang memadati halaman istana mencapai ribuan orang. Meski tidak ada pendataan yang ketat, antusiasme publik terlihat nyata.
"Perkiraan hampir kurang lebih empat ribu ya, empat ribu lebih lah. Kurang lebih 4000 sampai 5000. Memang kita tidak membatasi atau tidak mengorganize sebagaimana acara biasanya, misalnya seperti acara 17 Agustus," ungkapnya.
Momen Silaturahmi Terbuka untuk Publik
Gelar Griya Idulfitri di Istana Negara pada tahun ini kembali menegaskan fungsinya sebagai ruang silaturahmi terbuka antara pemerintah dan rakyat. Acara yang bersifat sukarela ini memberikan kesempatan langsung bagi masyarakat untuk merasakan atmosfer istana dan bersalaman dengan para pemimpin.
Prasetyo Hadi menekankan bahwa selama kapasitas masih memungkinkan, istana membuka pintu seluas-luasnya.
"Jadi, kita berikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin hadir sukarela, silakan. Sepanjang masih memungkinkan, kami persilakan untuk masuk ke dalam lingkungan istana," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa tradisi open house ini telah mengakar dan menjadi bagian dari budaya kenegaraan.
"(Open house) Ini kan bagian dari tradisi yang sudah berlangsung hampir setiap tahun," tuturnya.
Dengan demikian, acara ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai kebersamaan dan keterbukaan dalam kehidupan berbangsa, yang dihadiri oleh lintas generasi kepemimpinan Indonesia.
Artikel Terkait
RM BTS Tampil di Konser Comeback dengan Gips Usai Alami Cedera Pergelangan Kaki
Rest Area Tol Jagorawi Ditutup Sementara Akibat Banjir Setinggi Lutut
Muse Umumkan Album Baru The Wow! Signal dengan Peluncuran Tablet ke Tepian Luar Angkasa
Popovic Umumkan Skuad Socceroos untuk FIFA Series, Komitmen Jadi Syarat Mutlak