Konflik Timur Tengah Meluas ke Lebanon Usai Serangan AS-Israel Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran

- Senin, 02 Maret 2026 | 07:25 WIB
Konflik Timur Tengah Meluas ke Lebanon Usai Serangan AS-Israel Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran

PARADAPOS.COM - Konflik bersenjata di Timur Tengah memasuki fase baru yang lebih berbahaya setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026), yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Eskalasi kini meluas ke Lebanon, menyusul serangan balasan kelompok Hizbullah terhadap Israel dan respons militer Tel Aviv yang cepat. Situasi ini memicu kekhawatiran global akan peperangan regional yang lebih luas, terlihat dari lonjakan harga minyak dan gangguan besar pada lalu lintas udara internasional.

Eskalasi di Front Lebanon

Ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon meledak menjadi pertukaran serangan terbuka pada Senin (2/3/2026) pagi. Militer Israel mengonfirmasi serangan terhadap pos-pos Hizbullah di seluruh Lebanon. Aksi ini merupakan balasan atas luncuran rudal dan drone yang ditembakkan kelompok militan Syiah itu ke arah Israel, yang mereka nyatakan sebagai pembalasan atas kematian Khamenei dan pelanggaran wilayah udara Lebanon oleh Israel.

Di lapangan, dentuman ledakan dilaporkan menggema di ibu kota Beirut, khususnya di wilayah selatan yang dikenal sebagai benteng Hizbullah. Serangan ini menandai babak baru dalam konflik, mengingat Hizbullah selama ini merupakan sekutu utama Iran di kawasan dengan kemampuan militer yang signifikan.

Pernyataan dan Peringatan dari Pihak Terkait

Dari Washington, mantan Presiden Donald Trump, yang terlibat dalam operasi tersebut, mengeluarkan pernyataan keras. Ia menegaskan bahwa operasi militer akan berlanjut hingga semua tujuan tercapai.

“Rezim Iran yang dipersenjatai dengan rudal jarak jauh dan senjata nuklir akan menjadi ancaman mengerikan bagi setiap warga Amerika. Saya sekali lagi mendesak Garda Revolusi, polisi militer Iran, untuk meletakkan senjata dan menerima kekebalan penuh atau menghadapi kematian yang pasti,” tegas Trump.

Lebih lanjut, ia mengklaim keberhasilan operasi dengan korban di pihak Iran. “Ini berjalan lancar. Ini berjalan cepat. Ini sudah seperti ini selama 47 tahun,” ujarnya. “Tidak ada yang percaya dengan keberhasilan yang kita raih. Empat puluh delapan pemimpin tewas dalam satu serangan.”

Dampak Konflik yang Meluas

Gelombang efek dari konflik ini telah menyentuh berbagai aspek, mulai dari korban jiwa, ekonomi, hingga logistik global.

Korban Jiwa yang Berlanjut

Di pihak AS, Komando Pusat mengonfirmasi tiga anggota militernya tewas dalam operasi di Iran, menjadi korban pertama yang diumumkan sejak serangan dimulai. Sementara di Iran, media pemerintah melaporkan korban jiwa sipil yang tragis. Serangan terhadap sebuah sekolah dasar putri di Minab, Iran selatan, disebutkan menewaskan hampir 150 orang, menjadikannya insiden dengan korban massal terburuk sejauh ini dalam kampanye pengeboman ini.

Guncangan Pasar Energi dan Penerbangan

Pasar global bereaksi dengan panik. Harga minyak mentah Brent melonjak hingga 13 persen, mencapai level tertinggi dalam 14 bulan, didorong oleh kekhawatiran atas penutupan Selat Hormuz. Sektor penerbangan juga mengalami kekacauan besar. Beberapa negara menutup wilayah udaranya, dan bandara-bandara penghubung utama terpaksa menghentikan operasi, mengacaukan perjalanan ratusan ribu penumpang.

Ekspansi Serangan dan Dampak Regional

Israel mengintensifkan tekanan dengan mengeluarkan perintah pengungsian untuk puluhan kota di Lebanon utara, yang berpotensi memindahkan ratusan ribu warga. Serangan baru juga dilancarkan ke ibu kota Iran, Teheran. Konflik tampaknya merembet ke negara lain; Bahrain melaporkan satu korban jiwa akibat serangan balasan Iran, sementara ledakan juga terdengar di dekat pangkalan AS di Baghdad, Irak.

Di tengah situasi ini, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, membantah klaim adanya upaya baru untuk pembicaraan nuklir dengan AS. Sebaliknya, tujuh negara Arab—AS, Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan UEA—mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk serangan Iran dan menegaskan hak mereka untuk membela diri.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar