PARADAPOS.COM - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melancarkan serangan balasan skala besar ke Israel dengan sandi "Operasi Ya Zahra" pada Minggu (15/3/2026). Serangan ini menandai penggunaan pertama rudal balistik canggih Sejjil dalam konflik yang berlangsung sejak akhir Februari, dan diiringi oleh gelombang rudal jenis lain yang menargetkan pusat komando serta infrastruktur militer penting. Akibatnya, sirene peringatan berbunyi di puluhan lokasi, termasuk Tel Aviv, dan dilaporkan sejumlah warga mengalami luka-luka.
Rudal Canggih dan Sasaran Strategis
Gelombang serangan tersebut tidak hanya melibatkan rudal Sejjil, tetapi juga beberapa varian rudal lain yang dilaporkan media Iran, Press TV. Di antaranya adalah rudal super berat Khorramshahr dengan hulu ledak ganda, serta rudal Kheybar, Qadr, dan Emad. Rudal-rudal ini secara spesifik ditujukan untuk melumpuhkan pusat kendali dan fasilitas militer Israel yang vital.
Rudal Sejjil, yang menggunakan bahan bakar padat, menjadi perhatian khusus karena karakteristik teknisnya yang dirancang untuk memaksimalkan dampak pada target strategis sekaligus menghindari sistem pertahanan udara.
Komandan IRGC, Majid Mousavi, mengonfirmasi penggunaan senjata ini melalui unggahan di platform media sosialnya. "Peluncuran rudal Sejjil ini adalah bagian dari respons tegas kami," tegasnya.
Dampak di Lapangan dan Korban Jiwa
Dampak serangan langsung terasa di berbagai wilayah Israel. Laporan dari media setempat, termasuk Haaretz dan The Times of Israel, menyebutkan bahwa rudal-rudal tersebut menghantam wilayah tengah Israel. Awalnya dampak yang terlihat belum jelas sumbernya, namun kemudian teridentifikasi adanya korban luka.
Serangan yang terdiri dari tujuh gelombang dan berlangsung dari Sabtu malam hingga Minggu pagi itu sebagian membawa hulu ledak cluster bomb. Layanan medis Magen David Adom (MDA) mencatat setidaknya delapan orang terluka dalam insiden ini.
Seorang pria berusia 60-an di Bnei Brak mengalami luka sedang setelah sebuah cluster bomb menghantam apartemennya. Sementara di Ramat Gan, seorang pria berusia 70-an menderita cedera ringan. Dua wanita berusia 46 dan 18 tahun juga dilaporkan terluka ringan di Petah Tikva.
Eskalasi dan Karakteristik Rudal Andalan
Serangan balasan Iran ini terjadi dalam konteks eskalasi yang terus berlanjut, sekaligus menanggapi serangan udara yang dilancarkan terhadapnya sejak 28 Februari. Sebagai balasan, Iran telah melakukan serangkaian operasi menggunakan rudal dan drone, tidak hanya ke wilayah Israel tetapi juga ke pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Pada saat yang hampir bersamaan, Israel Defense Forces (IDF) juga dikabarkan melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur di wilayah barat Iran.
Dalam laporannya, The Times of India menyoroti keunggulan rudal Sejjil, yang dijuluki "dancing missile" karena kemampuannya bermanuver dengan lincah untuk mengelabui pertahanan musuh. Dari sisi teknis, rudal balistik jarak menengah (MRBM) buatan lokal Iran ini memiliki beberapa keunggulan.
Dengan menggunakan bahan bakar padat dua tahap, Sejjil dapat diluncurkan lebih cepat dan lebih sulit dideteksi sebelum peluncuran dibandingkan rudal berbahan bakar cair. Rudal yang bersifat mobile ini memiliki jangkauan sekitar 2.000 km dan mampu membawa hulu ledak sekitar 700 kg, menjadikannya ancaman serius yang dapat mencapai sebagian besar titik di Timur Tengah.
Artikel Terkait
Netanyahu Tampil di Video untuk Bantah Rumor Meninggal, Malah Dituding Deepfake
Iran Tantang AS Kirim Kapal Perang ke Teluk Persia, Bantah Klaim Trump
Analis: Ketangguhan Militer Iran Buat Konflik di Timur Tengah Berkepanjangan
Iran Serang Pusat Data AWS di Teluk, AS dan Israel Dinilai Kewalahan