PARADAPOS.COM - Mantan Direktur Eksekutif Patriotic Vision (PVA) di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mohamad Safa, mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas kekhawatiran mendalamnya terhadap eskalasi konflik global yang berpotensi mengarah pada penggunaan senjata nuklir. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa badan dunia tersebut tidak lagi sekadar memantau, melainkan telah mulai mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk tersebut, sebuah langkah yang ia nilai sangat mengkhawatirkan.
Pengunduran Diri sebagai Bentuk Protes
Langkah Safa meninggalkan posisinya di PBB bukan keputusan yang diambil dengan mudah. Ia menggambarkannya sebagai pilihan yang didorong oleh hati nurani, menyusul pengamatannya terhadap persiapan-persiapan institusional yang mengindikasikan dunia sedang bergerak pada jalur yang berbahaya.
“Saya tidak bisa dengan hati nurani tetap menjadi bagian saat PBB bersiap untuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir,” tuturnya dalam pernyataan resmi yang dibagikan melalui platform media sosial.
Ketegangan Iran-AS dan Narasi Global
Menurut analisis Safa, dinamika geopolitik saat ini, khususnya hubungan yang semakin tegang antara Iran dan Amerika Serikat, menjadi pemicu utama kekhawatiran ini. Konflik yang berlarut-larut dinilainya memiliki potensi nyata untuk merembet dan meningkat ke tingkat yang lebih destruktif.
Lebih jauh, ia menyoroti cara isu program nuklir Iran digambarkan di panggung global. Safa melihat adanya potensi narasi tersebut digunakan tidak sepenuhnya objektif, melainkan untuk membentuk persepsi publik guna mendukung langkah-langkah konfrontatif yang bisa memicu eskalasi lebih luas.
Kerapuhan Kawasan dan Skenario Nyata
Kondisi di Timur Tengah turut memperkuat kekhawatirannya. Kawasan yang sudah lama dilanda ketidakstabilan, termasuk situasi di Israel, dinilai berada dalam keadaan sangat rentan. Dalam konteks seperti ini, ancaman nuklir perlahan berubah dari sekadar teori dalam doktrin pertahanan menjadi sebuah skenario operasional yang mulai dipertimbangkan secara serius oleh berbagai pihak.
Peringatan untuk Dunia
Pengunduran diri seorang diplomat yang berpengalaman di lingkaran PBB seperti Safa merupakan sinyal peringatan yang tidak boleh diabaikan. Ia menegaskan bahwa tanpa upaya serius untuk meredakan ketegangan dan membangun jalur diplomasi yang efektif, komunitas internasional mungkin akan menghadapi konsekuensi yang dahsyat dan berdampak permanen bagi peradaban. Keputusannya mengundurkan diri adalah upaya terakhirnya untuk membunyikan alarm sebelum semuanya menjadi terlambat.
Artikel Terkait
Direktur PBB Tangguhkan Tugas, Protes Klaim Pembungkaman Suara
Indonesia Hadapi Pembatasan di Selat Hormuz Usai Lelang Kapal Tanker Iran
Trump Konfirmasi Laporan Intelijen AS Soal Orientasi Seksual Pemimpin Baru Iran
Ketegangan AS-Israel: Vance Kecewa Netanyahu Gagal Penuhi Janji Goyang Rezim Iran