PARADAPOS.COM - Pasukan Israel diduga telah menduduki dan memasang spanduk propaganda militer di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Insiden yang dilaporkan terjadi di dekat Jabalia ini memicu kecaman keras dari Pemerintah Indonesia, yang menilai tindakan tersebut sebagai provokasi dan penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan.
Fasilitas Kemanusiaan yang Dijadikan Simbol
Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yang telah rusak parah dan tidak beroperasi sejak 2025 akibat serangan berulang, kini menjadi lokasi pemasangan bendera Israel dan spanduk bertuliskan frasa "Rising Lion" atau "Kebangkitan Singa". Nama tersebut merupakan sandi operasi militer Israel terhadap Iran pada Juni 2025, yang konon terinspirasi dari sebuah nubuat dalam kitab Bilangan.
Gambar spanduk tersebut dilaporkan mulai beredar di saluran-saluran Telegram Israel. Salah satu saluran menuliskan pesan yang mengaitkan aksi tersebut dengan persiapan peringatan hari nasional Israel.
"Batalyon 9208 Brigade Negev sedang bersiap untuk Hari Peringatan dan Hari Kemerdekaan di Rumah Sakit Indonesia, Jabalia," demikian bunyi salah satu unggahan yang beredar.
Kecaman Resmi Indonesia
Merespons insiden ini, Pemerintah Indonesia secara resmi menyuarakan protes. Melalui pernyataan yang disampaikan di platform media sosial, Indonesia mengecam keras tindakan pasukan Israel tersebut.
Penggunaan simbol dan propaganda militer di atas reruntuhan rumah sakit yang telah dihancurkan, terlebih dengan mengaitkannya pada operasi militer tertentu, merupakan tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat dibenarkan," tegas pernyataan resmi itu.
Pemerintah RI menegaskan bahwa Rumah Sakit Indonesia adalah fasilitas sipil murni yang dibangun untuk pelayanan kesehatan masyarakat Gaza. Tindakan Israel dinilai bukan hanya melanggar hukum humaniter internasional, tetapi juga merendahkan solidaritas kemanusiaan rakyat Indonesia.
Indonesia mendesak Israel untuk menghentikan segala tindakan yang melanggar perlindungan terhadap infrastruktur sipil serta memastikan akuntabilitas atas serangan terhadap fasilitas medis di Gaza," lanjut pernyataan tersebut, menekankan pentingnya perlindungan terhadap aset-aset kemanusiaan di tengah konflik.
Konteks dan Pelanggaran yang Berulang
Insiden terbaru ini menambah catatan panjang mengenai nasib fasilitas kesehatan di Gaza selama konflik. Rumah Sakit Indonesia sendiri telah berulang kali menjadi sasaran sebelum akhirnya ditutup, mencerminkan pola yang lebih luas yang diamati oleh berbagai organisasi pemantau di lapangan. Penempatan simbol militer di lokasi yang seharusnya netral dan dilindungi secara internasional ini dipandang oleh banyak pengamat konflik sebagai eskalasi simbolik yang memperkeruh situasi.
Langkah Indonesia untuk secara vokal menolak pendudukan simbolik ini sejalan dengan posisi diplomatiknya yang konsisten mendukung perlindungan warga sipil dan infrastruktur kritis dalam setiap situasi perang, sebuah prinsip dasar dalam hukum humaniter internasional.
Artikel Terkait
Kongres AS Selidiki Kematian Misterius 11 Ilmuwan Bidang Sensitif
Iran Tolak Lanjutkan Perundingan Damai, AS Ancam Serangan Militer
Trump Tegaskan Blokade Laut ke Iran Tak Dicabut Sebelum Ada Kesepakatan
Jepang Waspadai Potensi Gempa Lebih Dahsyat Usai Guncangan M7,4