PARADAPOS.COM - Setelah tujuh tahun menjadi buronan, Pulan Wonda, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap rombongan mantan Kapolda Papua Jenderal (Purn) Tito Karnavian, akhirnya berhasil ditangkap oleh Satgas Damai Cartenz. Penangkapan yang terjadi pada Minggu, 5 April 2026, ini menandai titik terang dalam penyelidikan kasus lama yang sempat meredup.
Penangkapan Setelah Masa Pencarian Panjang
Pulan Wonda, yang juga dikenal dengan alias Kamenak, telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama kurang lebih tujuh tahun. Operasi penangkapan yang berhasil dilakukan ini merupakan hasil dari upaya sistematis dan pengembangan informasi yang dilakukan oleh aparat keamanan di wilayah Papua. Keberhasilannya meringankan beban kerja tim yang telah lama mengejar jejak tersangka.
Penegasan Proses Hukum yang Profesional
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa seluruh rangkaian penindakan hingga penanganan tersangka dilaksanakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Dalam pernyataannya yang disampaikan Minggu (5/4/2026), Ramadhani memberikan penjelasan rinci mengenai prosedur yang dijalankan.
“Seluruh proses, mulai dari penangkapan hingga pemindahan, dilaksanakan secara profesional dan sesuai prosedur. Kami memastikan setiap tahapan berjalan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Penyidikan Akan Dikembangkan Lebih Lanjut
Meski satu tersangka telah diamankan, proses hukum belum berakhir. Wakaops Damai Cartenz-2026, Kombes Adarma Sinaga, menyatakan bahwa tim investigasi akan terus memperdalam penyidikan. Fokusnya tidak hanya pada peran Pulan Wonda, tetapi juga pada kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat dalam insiden tersebut.
“Penyidikan masih berjalan dan akan terus dikembangkan untuk mendalami peran tersangka serta kemungkinan keterlibatan pihak lain, sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ungkap Sinaga.
Tahap Pemeriksaan dan Pengungkapan Fakta
Saat ini, Pulan Wonda tengah menjalani proses penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Subsatgas Investigasi. Tahapan krusial ini bertujuan untuk mengumpulkan keterangan dan bukti secara komprehensif, guna membangun konstruksi hukum yang kuat dan objektif. Proses pemeriksaan yang teliti diharapkan dapat mengungkap motif dan kronologi kejadian sebenarnya di balik insiden penembakan yang menggemparkan itu.
Artikel Terkait
Wamen LH Peringatkan Kepala Daerah soal Risiko Kebakaran TPA Akibat El Nino yang Makin Parah
Badan Geologi Imbau Wisatawan Tak Mendekati Kawah Gunung Kelimutu Meski Suhu Air Menurun
Ratusan Ribu Warga Iran Padati Pemakaman Ayatollah Khamenei, Trump Klaim Hancurkan Iran dan Tunda Negosiasi
Duel Gabriel vs Haaland Berlanjut ke Panggung Piala Dunia 2026, Brasil vs Norwegia Perebutkan Tiket Perempat Final