AS Serang Iran untuk Malam Keenam Berturut-turut, Targetkan Bandar Abbas hingga Ahvaz

- Jumat, 17 Juli 2026 | 02:00 WIB
AS Serang Iran untuk Malam Keenam Berturut-turut, Targetkan Bandar Abbas hingga Ahvaz
PARADAPOS.COM - Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke Iran untuk malam keenam berturut-turut, menargetkan sejumlah lokasi strategis termasuk Bandar Abbas, Ahvaz, dan Iranshahr. Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan operasi ini bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi mengenai jumlah korban atau kerusakan yang ditimbulkan.

Serangan Keenam Berturut-turut: Target dan Skala Operasi

Gelombang serangan yang berlangsung sejak sepekan terakhir ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Pada malam keenam, militer AS kembali menggempur sasaran-sasaran vital di beberapa kota. Media Iran melaporkan suara ledakan keras terdengar di Bandar Abbas, Ahvaz, dan Iranshahr, menggetarkan warga yang sudah berada dalam situasi siaga tinggi. Salah satu titik utama yang menjadi sasaran adalah Bandar Abbas, pelabuhan strategis Iran yang berada di pesisir Teluk Persia. Sebelumnya, pada hari yang sama, pasukan AS juga menghujani lokasi pertahanan pantai dan rudal jelajah di Pulau Greater Tunb. Operasi di pulau tersebut berlangsung sekitar 90 menit, menunjukkan intensitas dan presisi yang tinggi.

Pernyataan Resmi CENTCOM: Alasan di Balik Operasi

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Jumat, 17 Juli 2026, CENTCOM menjelaskan secara rinci target yang dihancurkan. Serangan tersebut menyasar pusat komando Iran, lokasi pertahanan udara, kemampuan rudal dan drone, serta fasilitas pengawasan pantai. "Pasukan AS menyerang pusat komando Iran, lokasi pertahanan udara, kemampuan rudal dan drone, serta fasilitas pengawasan pantai untuk semakin mengurangi kemampuan Iran mengancam para pelaut yang mengoperasikan kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz," tulis CENTCOM dalam pernyataan resminya. Pernyataan itu menegaskan bahwa seluruh rangkaian operasi dilakukan atas arahan langsung Presiden AS selaku Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata. CENTCOM menekankan bahwa langkah ini merupakan bentuk pertanggungjawaban yang diminta dari Iran. "Militer AS meminta pertanggungjawaban Iran sesuai arahan Panglima Tertinggi," demikian bunyi pernyataan CENTCOM.

Dampak di Lapangan: Ledakan dan Ketidakpastian

Di sisi lain, laporan dari dalam negeri Iran masih simpang siur. Media setempat mengonfirmasi bahwa ledakan terjadi di tiga wilayah utama, namun belum ada rincian lebih lanjut mengenai korban jiwa atau kerusakan infrastruktur. Situasi di Bandar Abbas, Ahvaz, dan Iranshahr digambarkan tegang, dengan warga berusaha menjauh dari area yang diduga menjadi sasaran. Pemerintah Iran hingga saat ini masih bungkam. Tidak ada pernyataan resmi yang dirilis terkait serangan terbaru ini, meninggalkan banyak pertanyaan mengenai sejauh mana dampak yang ditimbulkan serta langkah balasan yang mungkin akan diambil. Ketegangan di kawasan Teluk Persia pun diprediksi akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar