Megawati Sindir Pembelian Ijazah: Siapa yang Beli Ijazah, Hayo?

- Sabtu, 01 November 2025 | 07:55 WIB
Megawati Sindir Pembelian Ijazah: Siapa yang Beli Ijazah, Hayo?

Megawati Sindir Ijazah Dibeli: "Siapa yang Beli Ijazah, Hayo?"

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri memberikan pernyataan mengejutkan tentang gelar profesor dan ijazah dalam seminar internasional puncak peringatan 70 tahun KAA di Blitar. Dalam pidatonya, Megawati secara tegas menyindir praktik pembelian gelar akademik yang marak terjadi.

Pernyataan Kontroversial Megawati Soekarnoputri

"Can you imagine, mikirnya gampang mau dapat tiga profesor? Kecuali dibeli ya, dibeli. Siapa yang beli ijazah, hayo?" ujar Megawati dengan tegas. Mantan presiden ini kemudian menegaskan bahwa gelar profesor yang dimilikinya diperoleh secara sah tanpa pembelian.

Perbandingan Gelar dengan Soekarno

Megawati mengungkapkan cerita unik tentang hubungannya dengan sang ayah, Presiden Soekarno. Ia bercerita bahwa Soekarno memiliki satu gelar profesor dan lebih dari 20 gelar Doktor Honoris Causa. "Jadi saya bilang, 'One day, Pak, nanti saya kejar gelar-gelar Anda,'" kata Megawati menirukan percakapannya dengan Bung Karno.

Prestasi Akademik Megawati

Dengan bangga, Megawati mengungkapkan bahwa saat ini ia telah memiliki tiga gelar profesor, melebihi jumlah gelar profesor yang dimiliki ayahnya. "Alhamdulillah, saya sering bilang kalau di makam, 'Profesor saya sudah tiga, Anda hanya satu,'" ucapnya disambut tawa hadirin seminar.

Rencana Gelar Doktor Honoris Causa dari Arab Saudi

Megawati juga mengumumkan bahwa tahun depan ia akan menerima gelar Doktor Honoris Causa dari University of Princess Nourah, Arab Saudi. "Kalau Honoris Causa-nya, insyaallah mudah-mudahan saya bisa menyusul, karena nanti tahun depan saya akan dapat dari University of Princess Nourah dari Saudi Arabia," jelasnya.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik terkait isu gelar akademik dan praktik pembelian ijazah yang sedang hangat diperbincangkan di Indonesia.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar