Megawati Sindir Ijazah Dibeli: "Siapa yang Beli Ijazah, Hayo?"
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri memberikan pernyataan mengejutkan tentang gelar profesor dan ijazah dalam seminar internasional puncak peringatan 70 tahun KAA di Blitar. Dalam pidatonya, Megawati secara tegas menyindir praktik pembelian gelar akademik yang marak terjadi.
Pernyataan Kontroversial Megawati Soekarnoputri
"Can you imagine, mikirnya gampang mau dapat tiga profesor? Kecuali dibeli ya, dibeli. Siapa yang beli ijazah, hayo?" ujar Megawati dengan tegas. Mantan presiden ini kemudian menegaskan bahwa gelar profesor yang dimilikinya diperoleh secara sah tanpa pembelian.
Perbandingan Gelar dengan Soekarno
Megawati mengungkapkan cerita unik tentang hubungannya dengan sang ayah, Presiden Soekarno. Ia bercerita bahwa Soekarno memiliki satu gelar profesor dan lebih dari 20 gelar Doktor Honoris Causa. "Jadi saya bilang, 'One day, Pak, nanti saya kejar gelar-gelar Anda,'" kata Megawati menirukan percakapannya dengan Bung Karno.
Prestasi Akademik Megawati
Dengan bangga, Megawati mengungkapkan bahwa saat ini ia telah memiliki tiga gelar profesor, melebihi jumlah gelar profesor yang dimiliki ayahnya. "Alhamdulillah, saya sering bilang kalau di makam, 'Profesor saya sudah tiga, Anda hanya satu,'" ucapnya disambut tawa hadirin seminar.
Rencana Gelar Doktor Honoris Causa dari Arab Saudi
Megawati juga mengumumkan bahwa tahun depan ia akan menerima gelar Doktor Honoris Causa dari University of Princess Nourah, Arab Saudi. "Kalau Honoris Causa-nya, insyaallah mudah-mudahan saya bisa menyusul, karena nanti tahun depan saya akan dapat dari University of Princess Nourah dari Saudi Arabia," jelasnya.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik terkait isu gelar akademik dan praktik pembelian ijazah yang sedang hangat diperbincangkan di Indonesia.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Fahmi Kaji Tuntutan Nafkah 45 Emas dan Rp30 Juta per Bulan dari Wardatina Mawa
Roy Suryo Sebut Rismon Sianipar Blokir Kontak Sebelum Ajak Diskusi Ijazah Jokowi
Laporan Investigasi Ungkap Kegagalan Strategis AS dalam Operasi Militer ke Iran
Muadzin Meninggal Saat Salat Tarawih di Depok, Didahului Riwayat Penyakit Jantung