Mengungkap Fakta Kasus Bilqis: 9 Pertanyaan Kunci Seputar Peran Suku Anak Dalam
Kasus penculikan Bilqis, bocah asal Makassar, yang melibatkan Begendang, anggota Suku Anak Dalam (SAD), memicu banyak tanda tanya. Dari awal pertemuan, uang Rp 85 juta, hingga berbagai tuduhan, simak penjelasan lengkap yang diungkap langsung oleh tokoh adat SAD.
1. Bagaimana Awal Mula Begendang Berkenalan dengan Para Pelaku?
Menurut Temenggung Sikar, mertua Begendang, komunikasi terjadi via telepon. Asal-usul perkenalan mereka tidak diketahui secara pasti. Pada Selasa, 4 November 2025 sore, seorang pelaku menghubungi Begendang. Malam harinya, kedua pelaku, Ade Frianto Syahputra S dan Mery Ana, datang ke rumah Begendang membawa Bilqis.
2> Apa Alasan Begendang Mau Merawat Bilqis?
Alasan utamanya adalah rasa iba. Melihat kondisi Bilqis yang lelah dan tidak terawat, Begendang khawatir akan keselamatannya jika dibawa kembali oleh pelaku yang mengaku sudah tidak sanggup merawatnya. Pelaku sebelumnya sudah menawarkan Bilqis ke beberapa orang tanpa hasil.
3. Dari Mana Asal Uang Rp 85 Juta yang Diberikan ke Pelaku?
Uang sebesar Rp 85 juta tersebut merupakan tabungan Begendang selama setahun. Uang itu dikumpulkan dari hasil berkebun, jual beli babi, dan pekerjaan serabutan lainnya. Pelaku meminta uang itu dengan dalih sebagai pengganti biaya perawatan Bilqis.
4. Apakah Begendang Tahu Bilqis adalah Korban Penculikan?
Tidak. Begendang, yang buta huruf, mempercayai surat palsu bermaterai yang dibawa pelaku. Surat itu mengatasnamakan orang tua Bilqis yang konon tidak mampu lagi membiayai anaknya. Ia baru menyadari penipuan ini setelah polisi datang menerangkan fakta sebenarnya.
5> Benarkah Begendang Meminta Mobil Pajero sebagai Tukar Bilqis?
Sangat tidak benar. Faktanya, Suku Anak Dalam justru yang menahan mobil Pajero milik pelaku. Mobil itu ditahan sebagai jaminan agar pelaku mengembalikan uang Rp 85 juta yang telah diberikan Begendang.
6. Apakah SAD Mengadopsi Bilqis untuk Memperbaiki Keturunan?
Tidak. Motif "memperbaiki keturunan" adalah anggapan yang keliru. Menurut Temenggung Sikar, dalam budaya SAD, memiliki banyak anak adalah sebuah kebanggaan. Bilqis dirawat murni karena rasa kasihan dan kemanusiaan.
7. Mengapa Proses Penyerahan Bilqis ke Polisi Sempat Terhambat?
Penyerahan sempat alot karena Begendang merasa sangat dirugikan. Uang Rp 85 juta belum kembali, sementara dalam aturan adat SAD, penipuan adalah pelanggaran serius. Akhirnya, Temenggung Joni menalangi uang tersebut dari dana pribadinya agar Bilqis dapat segera dipulangkan.
8. Benarkah Anak Begendang adalah Kenzie dan Alvaro yang Hilang?
Tidak. Tuduhan ini telah diverifikasi oleh polisi, tokoh agama, dan masyarakat. Anak kandung Begendang memiliki akta kelahiran dan tercatat di KK. Usianya yang 2,5 tahun tidak sesuai dengan Kenzie (6 tahun) maupun Alvaro.
9. Apa Alasan Begendang dan Istrinya Memilih Melangun?
Rangkaian peristiwa yang menimpa—ditipu, kehilangan uang, Bilqis dibawa pulang, dan anaknya dituduh sebagai orang lain—membuat pasangan ini sedih dan tertekan. Mereka memilih "melangun", sebuah tradisi Suku Anak Dalam untuk berpindah tempat guna memulihkan diri dari musibah atau tekanan batin yang berat.
Kasus Bilqis ini mengungkap sisi lain dari keterlibatan Suku Anak Dalam yang ternyata didasari oleh niat baik dan rasa iba, meski akhirnya dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan.
Artikel Terkait
ICW Minta KPK Awasi Ketat Skema Triliunan Rupiah di Program Gizi Polri
Ibu Bakar Anak Kandung di Sumbawa Usai Cekcok Soal Pakan Ternak
Pakar Prediksi Kasus Emas Ilegal Rp25,8 Triliun Bakal Jerat Banyak Pihak
Penerima Beasiswa LPDP Diblacklist dan Wajib Kembalikan Dana Usai Unggahan Kontroversial