PARADAPOS.COM - Seorang warga negara Brunei Darussalam berinisial MHF (30) meninggal dunia setelah dianiaya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Peristiwa terjadi pada Rabu (6/5) dini hari pukul 03.30 WIB, dan korban mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (16/5) setelah kondisinya terus memburuk. Pelaku, yang juga WN Brunei bernama Woodyrman alias Mohamad Irman Ali (33), telah ditangkap polisi.
Kronologi Penganiayaan Berujung Maut
Keributan antara MHF dan Woodyrman terekam kamera pengawas di sekitar lokasi. Rekaman tersebut baru viral di media sosial pada pekan ini, memperlihatkan upaya beberapa orang melerai pertengkaran yang gagal. Cekcok terus berlangsung hingga korban dipukul menggunakan botol dan langsung terkapar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, peristiwa bermula saat korban berada di lokasi bersama seorang saksi. Tak berselang lama, beberapa orang lain datang dan sempat duduk berbincang dengan korban.
"Sekitar pukul 03.28 WIB, terduga pelaku tiba di lokasi bersama rekannya dengan menggunakan mobil. Saat turun dari kendaraan, terduga pelaku membawa paper bag berwarna hitam yang diduga berisi botol kaca, kemudian menghampiri korban hingga terjadi adu argumentasi di area pintu masuk Blok M Hub," ujarnya.
Perawatan dan Penangkapan
Setelah kejadian, korban sempat dibawa ke tempat penginapan di sekitar lokasi sebelum akhirnya dilarikan ke RSPP untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, kondisi MHF terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
"Setelah kejadian, korban sempat dibawa ke tempat penginapan di sekitar lokasi, kemudian dibawa ke RSPP untuk mendapatkan perawatan medis," kata Budi kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).
Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku. Woodyrman diketahui merupakan seorang influencer asal Brunei Darussalam. Perdebatan keduanya yang berlangsung sengit berujung pada aksi kekerasan.
"Terduga pelaku diduga memukul korban satu kali pada bagian kepala menggunakan paper bag yang berisi botol kaca hingga korban terjatuh," imbuh Budi.
Rekaman CCTV Jadi Bukti Kunci
Rekaman CCTV yang merekam detik-detik penganiayaan menjadi bukti penting dalam kasus ini. Video tersebut memperlihatkan bagaimana pertengkaran verbal antara korban dan pelaku dengan cepat meningkat menjadi kekerasan fisik. Beberapa saksi yang berada di lokasi tampak berusaha melerai, namun upaya mereka tidak membuahkan hasil.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku dan mengumpulkan alat bukti tambahan. Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama setelah identitas pelaku yang dikenal sebagai figur publik terungkap.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Delegasi Indonesia Jadi Rombongan Resmi Pertama yang Beri Penghormatan Langsung di Makam Pemimpin Tertinggi Iran
Kortas Tipidkor Polri Limpahkan Tiga Perkara Korupsi Besar ke Kejagung, Eks Jampidsus Jadi Tersangka
Indonesia Resmi Luncurkan B50, Negara Pertama di Dunia Terapkan Biodiesel 50 Persen Secara Nasional
Wakil Ketua DPR Apresiasi Peluncuran Biodiesel B50 sebagai Langkah Strategis Kemandirian Energi Nasional