Fakta Kematian Dosen Untag Semarang: Hubungan dengan AKBP Basuki dan Peringatan Rekan Dosen
Kasus kematian dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi (35), mengungkap fakta mengejutkan. Levi ternyata telah lama menjalin hubungan dekat dengan AKBP Basuki yang masih berstatus sebagai suami sah meski disebut sedang pisah ranjang dengan istrinya.
Peringatan dari Rekan Dosen Sebelum Kematian
Kastubi, rekan dosen korban, mengungkapkan telah memberikan peringatan kepada Levi tiga hari sebelum kejadian. "Saya secara tidak sengaja keceplosan pada Jumat (14/11) saat bertemu di kantin kampus, bilang ke Levi agar hati-hati dengan pacarnya yang seorang polisi," ujar Kastubi.
Kastubi mengaku telah mengetahui hubungan tersebut sejak awal tahun 2024. Ia pertama kali melihat AKBP Basuki membantu menurunkan barang Levi selepas pulang dari luar kota. "Polisi ini membantu membawa barang Levi. Pakai sepatu pantofel dinas dan seragam dinas," paparnya.
Detail Hubungan Levi dan AKBP Basuki
Ketika ditanya tentang hubungan mereka, Levi mengakui bahwa AKBP Basuki adalah kekasihnya. Levi juga menyebutkan bahwa Basuki sudah pisah ranjang dengan istri sahnya, meski tidak bercerai secara resmi.
Kastubi mengungkapkan motif Levi yang menyukai sosok polisi. "Levi senang dekat dengan anggota polisi. Sebelum menjalin asmara dengan AKBP Basuki, korban juga pernah menjalin hubungan dengan seorang polisi lainnya," terangnya.
Bantahan AKBP Basuki
AKBP Basuki membantah memiliki hubungan asmara dengan Levi. Dalam pengakuannya, ia menyebut hanya membantu Levi karena rasa simpati. Pengakuan ini muncul setelah Levi ditemukan tewas tanpa busana di kamar hotel kawasan Gajahmungkur, Semarang, pada Senin 17 November 2025.
Saat jasad ditemukan, AKBP Basuki berada di dalam kamar bersama korban. Kondisi tubuh Levi dilaporkan memperlihatkan darah keluar dari hidung, mulut, dan area intim.
Desakan Penyelesaian Kasus
Kastubi mendesak kepolisian untuk segera mengungkap kasus kematian ini secara transparan. "Ketika polisi nanti tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, harus mencari bukti lainnya melalui digital forensik dari handphone korban dan AKBP Basuki," tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pengungkapan fakta ini bertujuan untuk mencari kebenaran material agar informasi yang tersebar tidak sepotong-sepotong, bukan untuk menyudutkan pihak tertentu.
Artikel Terkait
BGN Hentikan Sementara 47 Dapur Gizi Sekolah Temukan Roti Berjamur dan Buah Berbelatung
Anies Soroti Dinasti Politik dan Kesetaraan Jelang Gugatan Larangan Keluarga Petahana di MK
SBY Soroti Negosiasi Nuklir AS-Iran dan Risiko Perang dalam Esai Terbaru
Kekerasan terhadap Mahasiswi UIN Suska Riau Ungkap Dugaan Perselingkuhan