Presiden Prabowo Rombergi Pimpinan Badan Gizi Nasional Usai 1,5 Tahun Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

- Selasa, 02 Juni 2026 | 14:25 WIB
Presiden Prabowo Rombergi Pimpinan Badan Gizi Nasional Usai 1,5 Tahun Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto akhirnya merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah hampir satu setengah tahun menjalankan program. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa keputusan ini bukanlah langkah mendadak. Sejumlah catatan evaluasi, mulai dari kedisiplinan prosedur hingga kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi alasan utama di balik pergantian tersebut. Pengumuman resmi mengenai perubahan ini disampaikan pemerintah pada Selasa (2/6/2026), menandai babak baru bagi lembaga yang bertanggung jawab atas gizi nasional.

Evaluasi Selama 1,5 Tahun Jadi Dasar Pergantian

Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa proses pemantauan terhadap kinerja BGN telah berlangsung lama. Pemerintah tidak sekadar melihat hasil akhir, melainkan juga menelusuri bagaimana setiap tahapan program dijalankan di lapangan. "Tentunya selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini, dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera untuk kita perbaiki," kata Prasetyo. Ia menambahkan bahwa temuan-temuan tersebut bersifat komprehensif. Mulai dari aspek teknis operasional hingga tata kelola organisasi secara keseluruhan.

Disiplin SOP dan Tata Kelola Jadi Sorotan

Salah satu poin yang paling disoroti adalah kedisiplinan dalam menjalankan prosedur operasional standar (SOP). Menurut Prasetyo, kepatuhan terhadap aturan main yang sudah ditetapkan menjadi fondasi agar program MBG bisa berjalan efektif. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan celah yang perlu segera dibenahi. "Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola," ujarnya. Selain itu, aspek tata kelola organisasi juga dinilai masih perlu ditingkatkan. Pemerintah menginginkan agar setiap lini di BGN bekerja secara akuntabel, terutama karena program ini menyangkut hajat hidup orang banyak.

Kualitas Makanan Harus Konsisten

Tidak hanya soal administrasi, kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat juga menjadi perhatian serius. Prasetyo menegaskan bahwa standar gizi yang telah ditetapkan oleh BGN tidak boleh ditawar-tawar lagi. "Termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional," katanya. Ia menekankan bahwa makanan bergizi yang diterima oleh anak-anak dan kelompok rentan harus sesuai dengan standar. Hal ini berkaitan langsung dengan tujuan utama program, yaitu meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara merata. Meskipun demikian, Prasetyo tidak merinci secara spesifik bentuk pelanggaran atau temuan di lapangan yang terjadi selama masa kepemimpinan Dadan Hindayana. Ia hanya menyebut bahwa catatan evaluasi tersebut sudah cukup menjadi pertimbangan bagi Presiden.

Susunan Pimpinan Baru BGN

Pergantian ini tidak hanya menyentuh posisi kepala lembaga. Pemerintah juga merombak jajaran wakil kepala BGN. Nanik S Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala BGN yang baru, menggantikan Dadan Hindayana. Sementara itu, posisi Wakil Kepala BGN kini diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, menggantikan Lodewik Kusung dan Soni Sanjaya. Prasetyo berharap susunan baru ini bisa menjadi momentum untuk memperbaiki berbagai catatan yang muncul. Ia juga optimistis bahwa program-program prioritas pemerintah di bidang gizi dan pembangunan sumber daya manusia bisa berjalan lebih cepat. "Beberapa hal tersebut yang menjadi dasar pertimbangan dalam 1,5 tahun ini," tandas Prasetyo.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar