Ketua Yayasan Teungku Chik Pante Geulima, Makmur Hasan, menyatakan bahwa bencana ini meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Ia menyoroti lambannya respons dan penanganan dari pemerintah daerah yang dinilai memperpanjang penderitaan warga.
"Kita harus introspeksi diri mengapa semua ini bisa terjadi. Ini tidak terlepas dari tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab," ujar Makmur Hasan di lokasi kejadian.
Bencana banjir bandang dan longsor di Aceh tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa, tetapi juga memunculkan polemik serius mengenai praktik perambahan hutan yang diduga menjadi faktor pemicu kerusakan lingkungan dan memperparah dampak bencana.
Masyarakat setempat berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata. Harapan tersebut mencakup percepatan pembersihan material kayu gelondongan, pembukaan akses jalan, serta pemberian bantuan yang tepat sasaran agar kehidupan warga dapat segera pulih kembali.
Artikel Terkait
Gibran Rakabuming Raka Dikritik Netizen Usai Gunakan Tangan Cetak Gol Saat Main Bola di Papua
Bangkai Pesawat ATR 42 Ditemukan Hancur di Gunung Bulusaraung: Update Evakuasi Korban
SP3 Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis: Intervensi Politik atau Restorative Justice?
Ketua RT Tabung Gaji 7 Tahun untuk Ronda Malam Pakai Drone, Kisah Inspiratif