POM Kecam Keras Penyerangan WNA China terhadap Aparat TNI di Tambang Emas Ketapang
KETAPANG - Persatuan Orang Melayu (POM) menyampaikan kecaman keras atas aksi brutal sekelompok Warga Negara Asing (WNA) asal China yang menyerang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di area pertambangan emas PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM), Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Minggu, 14 Desember 2025.
Dalam insiden yang menggemparkan itu, lima personel TNI dari Yonzipur 6/Satya Digdaya menjadi korban. Dua unit kendaraan perusahaan juga dilaporkan dirusak. Para pelaku diduga membawa senjata tajam, airsoft gun, dan alat setrum. Aksi ini dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan hukum Indonesia.
Ketua POM: "Ini Tindakan Biadab dan Ancaman Kedaulatan Negara"
Ketua Umum POM, Agus Setiadi, SE, menegaskan bahwa insiden ini bukan konflik biasa, melainkan ancaman nyata terhadap wibawa negara. "Menyerang TNI adalah bentuk pelecehan terhadap simbol kedaulatan pertahanan kita. Siapa pun, terutama WNA, wajib tunduk pada hukum Indonesia," tegas Agus Setiadi.
Agus juga menyoroti lemahnya pengawasan keimigrasian dan keamanan tenaga kerja asing. "Bagaimana mungkin WNA bisa bebas membawa senjata dan beraksi anarkis di wilayah sensitif tanpa pengawasan ketat?" tanyanya.
Artikel Terkait
Bappenas: Program Makan Bergizi (MBG) Lebih Mendesak Daripada Buka Lapangan Kerja, Ini Alasannya
Kasus Es Gabus Spons: Analisis Lengkap Pro Kontra Firdaus Oiwobo vs Susno Duadji
Babinsa Serda Heri Dihukum 21 Hari: Kronologi Tuduhan Es Gabus Spons ke Pedagang
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo: Waspada Siasat Israel-AS di Dewan Perdamaian Gaza