AJI Kecam Keras Pernyataan Seskab dan KSAD, Dinilai Ancam Kebebasan Pers Liputan Bencana
Pernyataan dua pejabat tinggi negara yang meminta media membatasi kritik terhadap pemerintah menuai kecaman keras dari kalangan jurnalis. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menilai seruan tersebut berpotensi menekan kebebasan pers dan melemahkan fungsi kontrol media, terutama dalam situasi krisis dan bencana.
Sorotan ini muncul menyusul pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang meminta media tidak memberitakan kekurangan pemerintah. Sikap serupa disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang mengimbau media fokus pada pemberitaan positif.
Alarm Bahaya bagi Demokrasi dan Akuntabilitas
Menurut AJI, pernyataan pejabat tersebut mencerminkan kecenderungan pengendalian narasi yang berbahaya bagi demokrasi. Media dinilai diarahkan untuk menutup ruang kritik, padahal kritik berbasis fakta adalah pilar penting akuntabilitas pemerintahan.
Pembatasan kerja jurnalistik berisiko mencabut hak publik untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Ketika akses jurnalis dipersempit dan narasi resmi dipaksakan, publik bisa kehilangan informasi krusial tentang skala bencana, distribusi bantuan, dan kegagalan mitigasi.
Artikel Terkait
TNI Klarifikasi Video Viral: Intel Awasi Anies di Warung Soto Karanganyar?
Liu Xiaodong, Otak Pencurian Emas 774 Kg di Ketapang, Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan
Surat Anak SD Bunuh Diri di NTT: Analisis Dampak Kemiskinan dan Tanggung Jawab Negara
Ancaman Militer AS ke Iran: Analisis Dampak Hegemoni & Solusi Diplomasi Global